JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kabar kurang mengenakkan datang dari jagad hiburan Indonesia, Vokalis band Kotak Tantri Syalindri atau Tantri “Kotak” menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang yang disebut sebagai teman dekatnya.
Melalui unggahan di media sosial, Tantri mengungkap total kerugian para korban dalam kasus tersebut disebut mencapai Rp 10 miliar.
Pengakuan itu disampaikan Tantri “Kotak” melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut, sosok bernama Poppy Nupitasari diduga menghilang tanpa kabar dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Ia mengaku, mengetahui kabar tersebut saat sedang menikmati waktu libur bersama keluarga. Informasi itu diterimanya melalui grup WhatsApp (WAG) yang berisi para korban.
“Dua hari ini serasa berat banget buat dijalankan, perubahan perasaan teramat cepat. Dapat jatah libur hanya dua hari main sama anak-anak, tetapi pas melihat WAG tiba-tiba mendengar kabar tidak baik. Jujur, langsung drop, nafsu makan jadi hilang seketika,” kata Tantri “Kotak”, Senin (22/6/2026).
Meski sedang menghadapi persoalan pribadi, Tantri tetap berusaha menjalankan pekerjaannya secara profesional. Namun, ia mengakui sulit berkonsentrasi karena terus menunggu perkembangan terkait keberadaan terduga pelaku.
“Setelah 2×24 jam dengan status yang masih belum ketemu di mana posisinya, juga harus bekerja menghibur dan sempat ngejuri juga. Meski fisik ada di panggung, tetapi pikiran ke mana-mana karena terus menanti kabar. Apakah sudah ketemu orangnya atau belum, dan ternyata masih nihil,” tuturnya.
Dalam unggahan tersebut, Tantri “Kotak” mulai mengungkap dampak yang dirasakan akibat dugaan penipuan tersebut.
Ia menyebut uang yang selama ini dikumpulkannya untuk masa depan anak-anak ikut terdampak.
“Hak anak-anak yang gue kumpulin selama ini fix lenyap! Asli tega banget lo jadi orang,” ucapnya.
Tantri juga mengungkap, dirinya bukan satu-satunya korban. Menurutnya, terdapat banyak korban lain dengan total kerugian yang mencapai miliaran rupiah.
“Banyak banget korbannya sampai miliaran, semoga segera ketemu,” lanjutnya.
Kekecewaan mendalam turut diungkapkan pelantun lagu Beraksi tersebut. Ia merasa kepercayaan yang diberikan kepada seseorang yang dianggap teman justru berujung pada dugaan penipuan.
“Patah hati banget, dikira beneran mau jadi teman ternyata cuma dimanfaatin doang,” ungkapnya.
Meski akun media sosial dan nomor telepon terduga pelaku disebut sudah tidak aktif, Tantri mengaku masih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik sebelum membawa perkara ini ke jalur hukum.
“Korban dan buktinya sudah terkumpul semua. Saya masih pengin ketemu, sebelum ke jalur hukum yang sudah pasti bisa memenjarakan dirimu,” tegasnya.
Tantri “Kotak” mengaku, turut memikirkan dampak yang akan dirasakan keluarga terduga pelaku jika kasus tersebut berlanjut ke proses hukum.
“Aku kepikiran sama nasib tiga anak kamu, tetapi kalau dipikir-pikir toh kamu enggak memikirkan nasib korban yang harus menaruh tabungannya untuk biaya pengobatan kanker, tabungan anak-anak buat diputerin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tantri menegaskan, kasus tersebut tidak hanya merugikan dirinya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, total kerugian seluruh korban mencapai sekitar Rp 10 miliar.
“Yes, benar! Aku lagi kena penipuan sama teman sendiri, sudah 3×24 jam dia menghilang dan belum ada niat baik buat menyelesaikannya. Bukan aku saja yang kena tipu, tetapi banyak orang yang di total mencapai Rp 10 miliar,” katanya.
Tantri juga mengaku telah menemui keluarga terduga pelaku. Namun, menurutnya, pihak keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah tersebut kepada para korban.
“Pihak keluarga sudah tidak mau tahu, dan menyerahkan ke korban terserah mau diapain. Aku belum membuat laporan, karena korban hanya meminta haknya kembali,” tutupnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak yang disebut dalam unggahan Tantri terkait tuduhan tersebut. Kasus ini juga disebut belum dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum./Din.
