JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah menyelenggarakan seminar online yakni Seminar Merajut Nusantara dengan mengusung tema: “Teknologi Digital Bagi Kesejahteraan Masyarakat”.

Dalam Seminar Merajut Nusantara ini, terdapat tiga narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Ir. Rudianto Tjen yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Drs. Samsul Widodo, MA selaku Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga, Kemendesa, PDTT, serta mengundang narasumber ketiga yakni Bapak Prof. H. Saparudin M.T. Ph.D selaku Guru Besar Informatika Telkom University. Seminar diselenggarakan pada hari Senin, 24 Juli 2023 melalui platform zoom meeting.

Seminar Merajut Nusantara ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Ir. Rudianto Tjen. Dalam paparannya beliau menyapaikan bahwa,

“Teknologi digital telah membawa dampak yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dari sektor Kesehatan yang telah mengalami transformasi besar berkat adanya teknologi digital. Inovasi seperti aplikasi kesehatan sangat memungkinkan akses ke layanan medis yang lebih mudah dan cepat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Teknologi juga memungkinkan pengumpulan dan analisis data kesehatan secara massal, membantu para peneliti dan pemerintah untuk mengidentifikasi pola penyakit dengan lebih efisien, sehingga dapat diambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan lebih tepat sasaran,” papar Rudianto.

Lebih lanjut Rudianto menambahkan, “Teknologi digital telah membawa perubahan revolusioner bagi kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi. Kemajuan teknologi telah memberikan peluang baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perekonomian digital. Dengan akses internet yang semakin meluas, masyarakat dapat terlibat dalam bisnis online, e-commerce, dan platform pasar digital untuk memasarkan produk dan jasa mereka ke pasar global. Selain itu, teknologi digital juga menghadirkan kemudahan dalam mencari pekerjaan dan berkarir secara fleksibel melalui platform freelancing. Dengan adopsi teknologi digital yang tepat, masyarakat dapat mengoptimalkan potensi ekonomi mereka, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi, sehingga menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Pemaparan materi ke-dua disampaikan secara langsung oleh Drs. Samsul Widodo, MA selaku Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga, Kemendesa, PDTT. Dalam paparannya beliau menjelaskan,

“Peran pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi digital sangatlah krusial. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif bagi perkembangan teknologi digital. Dengan mengeluarkan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi, pemerintah mendorong hadirnya beragam solusi digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik. Selain itu, pemerintah juga harus menjaga keamanan siber dan privasi data, sehingga masyarakat merasa aman dan percaya dalam menggunakan teknologi digital,” papar Samsul.

Masih kata Samsul, “Selain itu, pemerintah berperan penting dalam memastikan akses teknologi digital merata di seluruh wilayah negara. Dengan menginisiasi peluncuran satelit Satria-1 sangat memungkinkan akses internet dapat terjangkau dan terhubung ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Dengan akses yang merata, masyarakat dapat mengakses informasi, pendidikan, dan layanan kesehatan secara lebih mudah, sehingga kesenjangan sosial dapat diperkecil,” lanjutnya.

Pemaparan ke-tiga disampaikan oleh Bapak Prof. H. Saparudin M.T. Ph.D selaku Guru Besar Informatika Telkom University. Dalam paparannya beliau menekankan bahwa,

“Digitalisasi desa di Indonesia merupakan keseriusan yang sungguh luar biasa dari pemerintah dalam upaya menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Pemerintah telah mengenali potensi besar dari teknologi digital untuk mengatasi berbagai tantangan dan kesenjangan sosial di desa-desa. Melalui program-program dan kebijakan yang progresif, pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan akses teknologi dan memberdayakan masyarakat desa dengan pengetahuan digital yang relevan,” papar Saparudin.

Lalu Saparudin melanjutkan, “Salah satu aspek penting dalam digitalisasi desa adalah peningkatan konektivitas internet. Pemerintah telah menginisiasi proyek pembangunan infrastruktur jaringan internet di wilayah pedesaan, sehingga akses terhadap informasi, edukasi, dan layanan publik menjadi lebih mudah dan merata. Dengan adanya internet, masyarakat desa dapat mengakses pelatihan online, memperoleh informasi pasar untuk hasil pertanian, dan berpartisipasi dalam e-commerce untuk memasarkan produk lokal mereka. Hal ini membuka peluang baru untuk mengangkat perekonomian lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” lanjutnya./Ib

By Editor1