JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “”. Seminar ini diselenggarakan pada hari Minggu, 9 April 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI serta mengundang Dr. Achmad Maulani selaku Pengamat Sosial Budaya dan Moh. Ichwan DS selaku Pegiat Literasi Digital.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menyiapkan talenta digital sambut bonus demografi pada saat ini.

Baca artikel lainnya: Rapsel Ali Menantu Wapres Ma’ruf Amin Meninggal Dunia

Pemaparan diawali oleh Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,

“Kaum muda kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar kita betul-betul menjadi bangsa yang merdeka dalam arti yang sesungguhnya tidak bergantung secara ekonomi, teknologi, konsumsi, kita harus menjadi bangsa produsen dan bangsa konsumen dalam semua hal yaitu ideologi, ekonomi, pasar dan semua kehidupan cara kerja kita. Saya yakin dan optimis kaum muda hari ini sangat  kreatif dan inovatif. Punya keberanian dan kemauan yang tinggi dan kewajiban pemerintah menyiapkan memberi sarana dan prasarana yang memadai,” kata Muhaimin Iskandar.

Lebih lanjut Muhaimin menambahkan,” Dalam waktu dekat Wi-fi atau internet dengan kapasitas 5G dan seterusnya harus disiapkan dengan sungguh-sungguh oelh pemerintah dan tidak boleh ragu-ragu. Mari kita invest, keluarkan dan siapkan anggaran sebanyak-banyak nya untuk SDM teknologi termasuk infrastruktur Wi-fi dan seterusnya untuk menyiapkan warga kita menuju tantangan global yang rumit. Sebagai manusia ideologi karakter bangsa, semangat hidup dan inovasi kita insyaallah bisa mengatasi persaingan di tingkat global,” tambahnya.

Baca artikel lainnya: Uang Tunai Rp85 Triliun Sudah Disebar BI Pada Ramadan Ini

Pemaparan kedua disampaikan oleh Semuel Abrijani. Dalam paparannya Semuel menjelaskan bahwa,

“Kita perlu bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Ngobrol Bareng Legislator merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini,” paparnya.

Paparan ketiga disampaikan oleh Dr. Achmad Maulani. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Sebagai manusia yang punya kedaulatan diri yang melek digital, punya kemampuan membangun literasi digital dengan baik maka kita tidak boleh menjadi ‘homodigital’. Jadi, jangan sampai diperbudak oleh media digital dan pentingnya mengembangkan kecerdasan bermedia social. Kecerdasan  di dalam media sosial,” papar Achmad maulani.

Lalu beliau menambahkan,” Ada 3 era yang penting ktia pahami yaitu kita berada di era yang super kecepatan yang luar biasa, era yang virtualiti memasarkan informasi, era yang terbuka networking jaringan. Itu harus dimanfaatkan betul dengan kemampuan yang selalu beradaptasi dengan perubah, melakukan inovasi dan kolaborasi juga pentingnya kita melakukan kreatifitas sesuai konteks local dan tradisi yang menjadi pijakan masing-masing kita semua. Kita tidak boleh tersedot didalam lubang hitam kebudayaan digital itu sendiri, tetapi kita harus mampu menjadi subjek yang mampu bahkan mengerahkan peradaban media itu sendiri dengan kecerdasaan media digital yang kita punya,” tambahnya.

Baca artikel lainnya: Takut Macet Saat Mudik, Rute Jakarta-Merak Bisa Gunakan Kereta Api

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Moh. Ichwan DS. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Saat ini media online yang merasuk di gadget kita, dipenuhi konten hoax, ujaran kebencian (hate speech), bullying, radikalisme dan terorisme. Hal ini harus dilawan dengan membangun literasi digital yang cinta NKRI, setia pada Pancasila. Khususnya untuk kaum milenial,” jelas Moh. Ichwan./Ib

By redaksi