JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran, di tengah meningkatnya rasa frustrasi atas mandeknya negosiasi dan belum dibukanya Selat Hormuz.

Melalui unggahan bernada kasar di akun Truth Social, Minggu (5/4), Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak segera memenuhi tuntutan tersebut. Ia bahkan menyebut hari Selasa sebagai “hari pembangkit listrik dan jembatan” di Iran.

Nada pernyataan yang emosional dan penuh tekanan dinilai mencerminkan kebuntuan diplomasi yang dihadapi Washington. Setelah beberapa kali memperpanjang ultimatum dan mengklaim adanya kemajuan negosiasi, hasil yang diharapkan tak kunjung tercapai.

Sebelumnya, Trump juga mengancam akan “menurunkan neraka” ke Iran jika tidak ada kesepakatan gencatan senjata atau pembukaan jalur strategis tersebut. Namun hingga kini, situasi justru semakin memanas.

Ketegangan meningkat sejak Iran menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya sejak akhir Februari. Penutupan jalur ini berdampak besar terhadap distribusi energi global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas di kawasan tersebut.

Ancaman terbaru Trump juga menghidupkan kembali pernyataan sebelumnya yang ingin “menghancurkan” fasilitas energi Iran dalam waktu singkat. Namun, langkah tersebut sempat tertunda karena adanya harapan diplomasi.

Kini, dengan pembicaraan yang dilaporkan menemui jalan buntu, retorika keras kembali mengemuka. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas, terutama jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan./Ib.

By Editor1