JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) selalu menjadi momentum refleksi tentang arti kemerdekaan.

Bukan hanya merujuk pada perjuangan masa lalu, tetapi juga keberanian menembus batas pada masa kini.

Salah satu kisah inspiratif datang dari sektor tambang, industri yang selama ini dikenal maskulin dan minim partisipasi perempuan.

Data World Bank menunjukkan, partisipasi tenaga kerja perempuan di sektor tambang Indonesia masih berada di bawah 15 persen.

Namun, Apriaty Sirait berhasil membalikkan stigma itu. Perempuan kelahiran Tarakan ini kini tercatat sebagai trainer perempuan pertama di PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha PT ABM Investama Tbk yang bergerak di bidang mining contractor.

Perjalanan Apriaty dimulai pada 2009 saat bergabung sebagai operator alat berat usai lulus SMA. Di usia muda, ia sudah terbiasa mengendalikan giant truck tambang seperti Caterpillar 785 dan Liebherr T282 yang bobotnya mencapai ratusan ton.

Namun jalan kariernya tidak selalu mulus. Beberapa kali ia harus menghadapi pemutusan hubungan kerja yang memaksanya memulai lagi dari awal.

“Setiap masa sulit justru memperkuat tekad saya. Saya percaya bahwa perempuan pun bisa berkompetisi di dunia tambang,” ujar Apriaty, baru-baru ini.

Titik balik datang pada 2021, ketika ia bergabung dengan PT Cipta Kridatama. Berbekal sertifikasi Training of Trainer (TOT), Apriaty dipercaya melatih lebih dari 300 trainee yang sebagian besar adalah laki-laki. Sebuah pencapaian yang membuatnya menorehkan sejarah baru di perusahaan maupun di industri tambang.

Dedikasi Apriaty berbuah penghargaan Perempuan Berbakti 2025 kategori “Perempuan Berbakti di Perusahaan”. Ajang ini diprakarsai oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan tema Perempuan Hebat, Bangsa Kuat”.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk semua perempuan yang berjuang membuktikan bahwa kita juga mampu,” kata Apriaty penuh kerendahan.

Kesuksesan Apriaty tak lepas dari dukungan budaya kerja inklusif di PT Cipta Kridatama (CK). Perusahaan ini dikenal konsisten mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, termasuk memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang.

“Kami percaya keberagaman adalah kekuatan penting bagi kemajuan perusahaan dan industri tambang di Indonesia. Perempuan membawa perspektif baru, kesabaran, dan ketelitian yang penting bagi keselamatan serta kualitas kerja,” ujar Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan.

Ia menambahkan, PT CK pun bangga menjadi bagian dari perjalanan hidup Apriaty.

“Ia adalah bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan kesempatan yang setara dapat melahirkan perubahan besar,” imbuhnya.

Kisah Apriaty sekaligus menjadi simbol wajah baru pertambangan Indonesia, yang mulai membuka ruang lebih luas bagi perempuan. Dari sekadar operator, ia kini menjadi pelatih yang menginspirasi banyak orang.

Di atas kertas, namanya tercatat sebagai penerima penghargaan nasional. Namun di balik itu, ada cerita panjang tentang keberanian melawan stigma, keteguhan menghadapi masa sulit, dan semangat untuk terus maju.

Bagi Apriaty, kemerdekaan hari ini berarti kesempatan yang setara bagi semua orang—termasuk perempuan di industri yang dulu dianggap tertutup bagi mereka. (NVR)

By editor2