Acara pelantikan ini diawali pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan pembukaan sidang oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra. Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan pentingnya momen ini bagi kelangsungan demokrasi Indonesia.
Dalam prosesi pelantikan, Prabowo Subianto mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden RI ke-8.
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Prabowo di hadapan para anggota MPR.
Setelah itu, Gibran Rakabuming Raka mengikuti dengan pengucapan sumpah sebagai Wakil Presiden RI ke-14.
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ujar Gibran.
Usai mengucapkan sumpah, keduanya menandatangani berita acara pelantikan sebagai tanda resmi dimulainya tugas mereka memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh tamu-tamu penting dari dalam dan luar negeri. Para pemimpin negara tetangga serta delegasi dari sejumlah negara anggota G20 hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla, dan Try Sutrisno juga hadir untuk memberi dukungan.
Namun, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tidak tampak dalam acara ini karena dikabarkan sedang sakit. Meski begitu, ketidakhadirannya tetap menyisakan kekosongan yang terasa, mengingat peran penting Megawati dalam politik nasional.
Pelantikan Gibran sebagai Wakil Presiden menjadi perhatian tersendiri karena ia tercatat sebagai Wakil Presiden termuda dalam sejarah Indonesia. Gibran, yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Solo, berhasil mengukir prestasi politiknya dengan mendampingi Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024.
Pelantikan Prabowo-Gibran membuka babak baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Sebagai Presiden dan Wakil Presiden, keduanya diharapkan mampu membawa Indonesia menuju era yang lebih maju dan sejahtera, dengan fokus pada pembangunan ekonomi, pendidikan, serta kesejahteraan rakyat. Tantangan besar seperti pemerataan pembangunan, penegakan hukum, dan peningkatan kualitas hidup rakyat menanti mereka.
Dengan resminya pelantikan ini, Prabowo dan Gibran akan segera membentuk kabinet untuk menjalankan visi mereka. Kabar terbaru menyebutkan, susunan kabinet akan diumumkan segera setelah pelantikan, dengan fokus pada sinergi antara kementerian dalam mewujudkan program-program prioritas mereka. (NVR)