JENEWA, AKURATNEWS.co – Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) pada hari Selasa (19/11/2024), mengungkapkan, lebih dari 200 anak telah tewas dan 1.100 lainnya terluka di Lebanon dalam dua bulan terakhir perang Lebanon.
Konflik di Lebanon yang telah berlangsung lebih dari setahun berubah menjadi perang habis-habisan pada akhir September ketika Israel melancarkan serangan besar terhadap milisi Hizbullah yang didukung Iran.
“Meskipun lebih dari 200 anak tewas di Lebanon dalam waktu kurang dari dua bulan, pola yang membingungkan telah muncul. Kematian mereka disambut dengan kelambanan dari mereka yang sebenarnya mampu menghentikan kekerasan ini,” kata juru bicara UNICEF James Elder dalam jumpa pers di Jenewa.
Dia menolak berkomentar tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Menurut James Elder itu jelas bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan berita di media.
James Elder mengatakan ada kesamaan yang mengerikan antara konflik di Lebanon dan di Gaza, dengan sebagian besar dari lebih dari 43.000 warga Palestina yang tewas dalam perang selama 13 bulan antara Israel dan Hamas adalah anak-anak.
UNICEF memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak di Lebanon dan Gaza dan menyediakan perlengkapan medis, makanan, dan perlengkapan tidur kepada ratusan ribu anak yang melarikan diri dari pertempuran.
“Di Lebanon, sama seperti yang terjadi di Gaza, hal yang tidak dapat ditoleransi diam-diam berubah menjadi hal yang dapat diterima,” tambahnya./Ib
