CIBINONG, AKURATNEWS.co – Derap sepatu futsal, teriakan instruksi pelatih, dan sorak orang tua menggema di GOR Tennis Indoor Pakansari selama sepekan penuh.

Dari 24 sampai 30 Juni 2026, gedung ini berubah jadi rumah bagi 60 klub futsal usia dini se-Jawa Barat yang datang bukan untuk hadiah uang semata, tapi untuk sesuatu yang lebih mahal, pengalaman dan nama di kompetisi Elite Pratama Jawa Barat.

Di sini, usia 13 dan 15 tahun bukan sekadar angka di jersey. Di kategori U-13, 24 tim saling adu cepat dan kreativitas. Di U-15, jumlahnya hampir dua kali lipat: 36 tim. Semua punya satu tujuan sama, belajar menang, belajar kalah, dan belajar jadi tim.

Dijelaskan Arif, panitia pelaksana dari Asosiasi Futsal Kabupaten Bogor, skor akhir bukan cerita utama.

“Dari sini kita bisa melihat sisi potensial para peserta. U-13 dan U-15 punya usaha dan kekuatan yang luar biasa saat ketemu lawan,” kata Arif.

Turnamen ini memang agenda rutin. Tapi harapan Arif lebih dari itu. Ia ingin Pakansari jadi titik temu.

“Semoga ke depannya acara ini selalu jadi ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dan yang paling penting, memperkuat ekosistem pembinaan pemain usia muda,” ujarnya.

Salah satu tim yang jauh-jauh datang adalah Tunas Muda Futsal Academy dari Bekasi. Mereka tidak membawa pulang trofi U-15. Tapi mereka pulang dengan catatan panjang.

Head Coach Tunas Muda Dennis Maulana  masih ingat betul laga pertama tim besutannya.

“Pertandingannya seru banget, intensitasnya tinggi, jual beli serangan terus. Sempat ketinggalan 1-0, tapi anak-anak tanggung jawab. Balas 1 gol. Akhirnya 1-1,” ceritanya.

Ia menceritakan, sempat ada ganjalan soal wasit.

“Beberapa momen harusnya pelanggaran, tapi tidak dianulir. Tapi ya sudah,” ucapnya.

Evaluasi buat timnya pun jujur.

“Anak-anak kurang teliti bertahan dan fisiknya belum mumpuni. Ke depan kita perbaiki,” beber Dennis.

Saat laga kedua, lagi-lagi terjadi pertarungan yang intens dan habis-habisan.

“Hasilnya memang bukan seperti yang kami harapkan. Kalah 2-0. Banyak juga momen dilanggar lawan, wasit kurang teliti lagi. Tapi kami bangga, anak-anak sudah berjuang sekeras mungkin,” ucapnya.

Kondisi fisik dan stamina tim yang salah satunya digawangi Alfath Rizki ini pun diakui menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.

“Endurance, strength, itu yang masih ketinggalan. Semoga event selanjutnya lebih baik. Lebih rapi saat defend dan standar kualitas pemain jangan diturunkan. Tidak ada drama. Hanya ada kerja rumah yang harus dikerjakan pulang ke Bekasi,” ungkapnya.

Di tengah cerita perjuangan klub-klub seperti Tunas Muda, ada nama tim yang akhirnya naik ke podium paling tinggi.

Di U-15, sorak paling keras datang dari Kota Bogor. TF2W Excellent Sport Club tampil dominan di partai final dan mengalahkan SMANTIC FC asal Kabupaten Bogor dengan skor telak 4-1. Trofi tetap di tanah Pasundan bagian selatan.

Sementara di U-13, giliran Bandung yang tertawa. Fafage Academy Bandung keluar sebagai juara pertama. Posisi runner up diamankan SF Baret dari Bekasi. SMANTIC FC menutup turnamen dengan juara tiga.

Satu minggu, 60 tim, ratusan anak, dan ribuan menit bermain. Tidak semua pulang jadi juara. Tapi semua pulang dengan satu hal yang sama: mereka sudah merasakan bagaimana rasanya bertarung untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Dan mungkin, dari sinilah bibit-bibit futsal Jawa Barat berikutnya akan tumbuh. Semoga… (NVR)

By editor2