YOGYAKARTA, AKURATNEWS.co – Calon presiden (capres) nomor urut satu, Anies Baswedan melanjutkan kampanye akbar hari ketiga di Yogyakarta pada Selasa (23/1).

Tiba di Bandara Adi Sutjipto dengan muka gembira, Anies mengingat Yogya sebagai kota sekaligus kampung halaman yang punya sejarah besar.

“Mendarat di Yogya, pulang kampung dan hari ini ada kegiatan bersama. Yogya ini adalah satu kota yang dalam sejarahnya selalu mengambil peran penting untuk republik ini,” kata Anies di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Selasa (22/1)

Hal itu disebut Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini mengingat Kota Yogya sendiri sempat menjadi Ibukota saat Jakarta berada di kondisi genting di 1946 silam.

“Hari ini saya datang kembali Yogya nanti akan ada kegiatan kampanye, kegiatan Desak Anies, kita ingin membawa pesan bahwa memajukan Indonesia adalah memajukan kualitas manusia,” tukasnya.

“Dan Yogya adalah salah satu contoh bagaimana di sini perhatian pada pendidikan, kesehatan termasuk pada lansia itu sangat tinggi dan harapannya ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk Indonesia ke depan,” ucapnya.

Sambutan luar biasa pun diberikan masyarakat Bantul, Yogyakarta pun menyambut Anies di Lapangan Jambidan, Bantul. Menurut Anies, antusiasme dari masyarakat menunjukkan bahwa mereka mengharapkan perubahan.

“Yogya luar biasa, Yogya tetap istimewa, dan antusiasme masyarakat dari berbagai kabupaten kota di DIY Yogyakarta ini menunjukkan semangat perubahan yang amat tinggi, kita saksikan sama-sama mereka datang dengan antusiasme,” ujar Anies.

“Mereka datang swakarsa, semuanya urunan, semua sebagai sebuah gerakan gotong royong, jadi kami merasa bersyukur sekali bisa pulang ke kampung halaman,” tambahnya.

Bahkan Anies mengungkapkan ada banyak yang masih tertahan ke lokasi kampanye, sehingga tidak semuanya bisa hadir dan mengikuti Apel Akbar Rakyat tersebut.

“Ini saja masih ada rombongan yang tidak bisa masuk, ada beberapa kendala teknis katanya tapi nanti kita lihat laporan lengkapnya, karena kok bisa, tidak bisa, kok bisa jalanan tertutup, kok bisa tempatnya nggak bisa dilewati, jadi banyak yang mau datang, terhambat, nggak bisa ke lokasi,” ungkap Anies.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu memaparkan bahwa Yogyakarta juga memiliki masalah serupa dengan daerah lain terutama terkait kebutuhan pokok, maupun terkait dana keiistimewaan.

“Sebenarnya isu di tingkat nasional itu juga dirasakan di Jogja, kebutuhan pokok, itu terasa sekali, kemudian di sini itu ada aspirasi tentang bagaimana agar dana keistimewaan bisa dioptimalkan, bagaimana pemerintahan pusat mendukung kegiatan terkait keistimewaan Yogya khususnya di bidang kebudayaan,” tandasnya. (NVR)

By Editor1