TEL AVIV, AKURATNEWS.co –Sebagai balasan atas serangan Israel ke Kedubesnya di Damaskus, Syria, Iran mulai menggempur Israel dengan meluncurkan pesawat nirawak (drone) hingga roket pada Minggu (14/4).

Seperti dilansir Al Jazeera, sirene dan ledakan serangan udara terdengar di kota-kota di seluruh Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.

Garda Revolusi Iran (IRGC) memang mengklaim mulai melepaskan serangan pesawat nirawak (drone) hingga roket ke Israel sejak Minggu.

“Korps Garda Revolusi Islam Iran telah mengumumkan penembakan puluhan drone dan rudal ke arah posisi rezim Zionis di wilayah pendudukan Palestina,” demikian diberitakan IRNA, Minggu (14/4) dini hari WIB.

Sirene serangan udara itu terdengar di semua wilayah Israel, termasuk Tel Aviv. Selain itu, laporan dari Al Jazeera juga menangkap beberapa kilatan cahaya di atas kota.

Sistem pertahanan anti-misil Israel sendiri telah melakukan intersep sebagian besar serangan udara Iran tersebut, dan hingga saat ini pihak militer Israel mengklaim serangan hanya merusak salah satu pos militer mereka.

Walau begitu, serangan itu membuat Israel panik dan meminta Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar rapat darurat untuk mengutuk serangan Iran terhadap negaranya.

Permintaan tersebut dilayangkan melalui surat resmi yang dikirimkan Duta Besar Israel untuk PBB kepada Presiden Dewan Keamanan PBB, Vanessa Frazier.

“Serangan Iran merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan global dan saya berharap Dewan Keamanan akan menggunakan segala cara untuk mengambil tindakan nyata terhadap Iran,” kata Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan dalam sebuah postingan di akun X pribadinya.

Tak hanya itu, Gilad juga meminta supaya DK PBB menetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris. Ia beranggapan serangan Iran menjadi ancaman terhadap perdamaian dunia.

“Saya berharap Dewan Keamanan akan bertindak melawan Iran dengan segala cara,” cuitnya lagi.

Serangan Iran ke Israel ini telah direspons banyak pihak. Negara-negara seperti Lebanon, Irak, Suriah, hingga Yordania telah menutup ruang udara mereka. (NVR)

By Editor1