JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dalam teknologi konstruksi beton, kita mengenal yang namanya Sosro Bahu yang ditemukan oleh Cokorda. Selain itu kita juga mengenal teknologi Cakar Ayam yang ditemukan oleh Sediyatmo.
Kini ada satu lagi penemuan teknologi konstruksi karya anak bangsa berupa panel beton pra cetak modular bernama Sistem Panel Serbaguna atau SPS, yang ditemukan oleh penemunya I Nyoman Gede Anggara Marta dari Bali.
Penemuan ini sebetulnya sudah cukup lama, tetapi mulai diperkenalkan secara luas pada tahun 2010 dan sejak 10 tahun belakangan kini lisensinya diambil oleh PT SPS.

Menurut Lailul Khomsah selaku Direktur Utama PT SPS, teknologi SPS ini memiliki banyak sekali keunggulan.
“ SPS ini memilika banyak keunggulan, diantaranya adalah pemasangannya cepat, tidak harus mencapai kedalaman tanah seperti tiang pancang, bisa digunakan pada kondisi tanah yang labil, kemudian dari segi biaya sangat efisien dan bermutu tinggi,” ungkap Wanita yang kerap disapa Ella ini dikutip dari podcast Meja Makan pada Jumat (7]5/24).
Sesuai namanya yang serbaguna, maka teknologi SPS ini bisa digunakan untuk banyak hal, seperti pembuatan tanggul untuk pengendali rob, pemecah ombak, tanggul kali pengendali banjir dan bahkan untuk saluran air penyediaan air baku.
Menariknya SPS ini materialnya isinya bisa menggunakan tanah atau pasir setempat, karena sistemnya panel yang terangkai sistematis seperti lego.
“Untuk material kita bisa menggunakan tanah atau pasir setempat, karena sistemnya panel, Jadi seperti lego. Satu dengan yang lain kalau sudah terpasang saling mengunci. Oleh sebab itu yang kita tawarkan adalah sistemnya,” lanjut Ella.

Saat ini teknologi SPS ini sudah dipergunakan hampir di seluruh Indonesia termasuk di IKN. Yang paling banyak menggunakan adalah pemerintah melalui proyek-proyek Kementerian PUPR.
Tak hanya dipergunakan di dalam negeri saja, teknologi SPS juga sudah mulai dilirik konsumen luar negeri seperti Malaysia, Amerika dan Fiji.
“Teknologi SPS ini juga sudah kita gunakan di Malaysia dalam perencanaan mitigasi banjir disana, kemudian juga digunakan di Amerika. Beberapa waktu lalu presiden Fiji juga mengunjungi kantor kami dan melihat proyek yang sudah di pasang, jadi bulan Juli nanti kita akan berangkat ke Fiji, tutup Ell./Ib

