JAKARTA, AKURATNEWS.co –Sejumlah rencana strategis pengembangan organisasi selama lima tahun ke depan sudah dirancang Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GRIB Jaya, Anan Wijaya. Rencana itu mencakup prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.
Dipaparkan Anan, untuk prioritas jangka pendek, pihaknya berfokus pada konsolidasi organisasi yang meliputi pembentukan cabang-cabang GRIB di seluruh Indonesia hingga ke tingkat kabupaten, kota, bahkan RT dan RW. Ia menargetkan konsolidasi ini dapat menguatkan jaringan GRIB di 38 provinsi.
“Dengan konsolidasi organisasi ini, kita akan membuat database yang berbentuk KTA anggota untuk mengetahui jumlah anggota GRIB yang riil,” ujar Anan di Jakarta, Kamis (31/10).
Langkah ini, menurutnya, penting untuk memastikan kekuatan organisasi dan menyusun data anggota yang akurat.
Selain penguatan organisasi, Anan juga menekankan komitmen GRIB untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Fokus GRIB dalam 100 hari pertama pemerintahan adalah mengawal program-program prioritas seperti penyediaan makanan bergizi gratis, pendidikan yang inklusif serta penegakan hukum yang berkeadilan dan peningkatan ekonomi.
“Nantinya DPP GRIB akan memberi masukan ke Presiden Prabowo melalui forum Rakernas yang dijadwalkan pada Desember. Agenda tersebut akan mencakup topik kebangsaan, politik, penegakan hukum, reformasi birokrasi dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Anan.
GRIB dikatakannya, juga berkomitmen mendukung agenda besar penegakan hukum yang telah diusung Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa upaya tersebut harus mencakup mitigasi korupsi, bukan hanya dengan penangkapan, tetapi juga melalui edukasi dan mitigasi risiko untuk mencegah kebocoran anggaran negara.
Sebagai ketua yang memiliki latar belakang bisnis, Anan juga ingin mengelola organisasi dengan prinsip profesionalisme dan tata kelola yang baik (good governance). Ia juga berniat menghapus stigma negatif yang melekat pada GRIB sebagai organisasi berbau premanisme.
“Kami akan mengubah stigma ini ke arah positif. Anggota GRIB akan kita jadikan aset bangsa yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi negara,” ujarnya.
Dalam rencana strategis jangka panjang, Anan ingin memperluas kontribusi GRIB pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan kewirausahaan.
Anan, yang berlatar belakang sebagai pengusaha, menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM di seluruh Indonesia, khususnya dalam hal digitalisasi produk UMKM.
“Pelatihan-pelatihan ini akan difokuskan pada digitalisasi di sektor industri dan ekonomi, sehingga UMKM lebih siap menghadapi pasar digital,” kata Anan.
Selain fokus pada UMKM, Anan menargetkan untuk mengatasi pengangguran di dalam GRIB. Ia berencana menyediakan peluang kerja bagi anggota yang sesuai dengan keahlian mereka, termasuk mengarahkan mereka ke sektor industri dan wirausaha.
“Kami akan melakukan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan potensi wilayah. Misalnya, bagi anggota yang tinggal di pesisir pantai, kami akan fokus pada pengolahan perikanan. Untuk yang berada di kawasan industri, kami akan memperkuat sektor manufaktur,” jelas Anan. Ia menambahkan bahwa GRIB akan menjalin kerja sama dengan perusahaan besar untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Targetnya, hingga akhir 2025, GRIB berharap dapat memberdayakan hingga satu juta anggota dalam sektor industri atau menjadi wirausahawan. Program ini diharapkan mampu membantu mengurangi angka pengangguran, sebagaimana menjadi salah satu target Presiden Prabowo.
“Kami akan membantu permodalan dengan skema kerja sama baik business-to-government (B to G) maupun business-to-business (B to B). Kami harap ini bisa berkontribusi signifikan dalam mengurangi pengangguran,” pungkas Anan.
Dengan strategi yang matang dan berbagai program yang disusun ini, GRIB Jaya dapat bertransformasi menjadi organisasi yang memberikan dampak positif dan berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan rakyat serta pembangunan bangsa. (NVR)
