TANGERANG, AKURATNEWS.co – Sabtu pagi yang hangat di Ciledug, Tangerang, tak hanya diisi doa dan zikir.

Masjid Al Madinah di kawasan CBD menjadi saksi bagaimana solidaritas umat bisa melintasi benua. Lewat acara “Tabligh Akbar FOSKAM Peduli Palestina”.

Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Tangerang Raya berkumpul, bukan sekadar mendengarkan tausiyah, tetapi juga memberi bukti bahwa duka Gaza adalah duka mereka juga.

Di ujung acara, satu momen menyentuh terjadi. Forum Silaturahmi dan Komunikasi Antar Masjid-Mushalla (FOSKAM) se-Tangerang Raya menyerahkan satu unit rumah senilai Rp515 juta, plus dana tunai sebesar Rp200 juta kepada masyarakat Gaza.

Penyerahan dilakukan langsung Ketua Umum FOSKAM, Drs. H. Ahmad Fauzan Hisyam, M.Pd, kepada Syeikh Belal Alramli, utusan dari Gaza yang mewakili Yayasan Darul Qur’an Alkarim Wassunnah (DQWS) Indonesia-Malaysia.

“Ini bukan sekadar donasi, ini adalah hadiah dari hati kami untuk saudara-saudara kami di Gaza,” kata Ahmad Fauzan.

“Kepedulian FOSKAM terhadap Gaza bukanlah tren musiman, ini adalah harga mati. Kami berdiri bersama mereka, hingga akhir hayat,” imbuhnya.

Hadiah rumah tipe 36 di atas tanah seluas 60 meter persegi itu merupakan donasi dari pengembang muslim, Dr. H. Abdul Hakim Alkhan, yang tengah mengembangkan perumahan Varisha Residence di Bekasi Utara.

Sedangkan dana Rp200 juta lebih berasal dari gabungan donasi 50 masjid anggota FOSKAM dan hasil lelang cinderamata Palestina seperti syal, sajadah bergambar Masjidil Aqsa, dan peta Palestina yang dilakukan selama acara.

Syeikh Belal Alramli yang menjadi wajah Gaza pagi itu, mengungkapkan bahwa rumah yang dihadiahkan kemungkinan akan dijadikan Rumah Tahfidz Qur’an.

“DQWS adalah lembaga pendidikan penghafal Qur’an terbesar di Gaza. Kami ingin rumah ini menjadi tempat tumbuhnya para penjaga ayat-ayat Allah,” katanya dengan haru.

DQWS selama ini dikenal luas di Palestina, salah satu alumninya adalah Ustaz Husein Gaza, tokoh muda yang juga hadir dan menyampaikan orasi penuh semangat.

“Kami tidak meminta-minta. Justru, dunia Islamlah yang harus berterima kasih kepada rakyat Palestina. Kami menjaga Masjidil Aqsa dengan darah kami,” kata Husein lantang, disambut pekik takbir dari jamaah.

Dalam momen yang sarat emosi itu, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dari MUI Pusat ikut memberikan pidato tegas. Ia menyebut Israel sebagai bentuk nyata terorisme internasional.

“Mereka membunuh ribuan rakyat sipil dengan brutal. Dunia tak boleh tinggal diam,” ujarnya.

Tabligh akbar kali ini dihadiri sekitar seribu jamaah, menurut panitia yang juga Humas FOSKAM, H. Agus Soelarto, kolaborasi dengan Yayasan DQWS akan terus berlanjut.

“Kita akan adakan lebih banyak aksi solidaritas. Ini baru awal,” tegasnya.

Lebih dari sekadar angka dan statistik, aksi ini menunjukkan kekuatan solidaritas lintas masjid, lintas kota, bahkan lintas negara.

Dari sajadah ke mimbar, dari kotak infak ke kunci rumah, FOSKAM telah membuktikan bahwa empati tak mengenal batas geografi.

Rumah kecil itu mungkin hanya satu dari ribuan yang telah hancur di Gaza, tapi maknanya tak ternilai: sebuah pesan bahwa mereka tidak sendiri.

Bahwa dari tanah Ciledug, ada tangan-tangan yang mengulurkan cinta, doa, dan harapan untuk negeri yang terus berjuang dalam puing-puing kemanusiaan.

Kami percaya, dari satu rumah, bisa lahir ribuan hafidz. Dan dari satu hafidz, bisa lahir perubahan. Inilah investasi akhirat kami.” tutup Ahmad Fauzan Hisyam. (NVR)

By editor2