JAKARTA, AKURATNEWS.CO – 14 Agustus 2025 seharusnya menjadi momentum kebangkitan film animasi bertema kebangsaan yakni ‘Merah Putih: One For All’ mulai tayang di bioskop. Namun, bukannya antusiasme, yang muncul malah keengganan menonton.

Ini menjadi sebuah fenomena unik yang lahir dari kritik tajam terhadap kualitas trailer, bukan sekadar ekspektasi.

Sehari selepas trailer dirilis, media sosial memanas. Netizen mengecam kualitas visual film sebagai kaku, belum selesai, bahkan disebut sebagai visual zaman batu.

Salah satu alasan paling ramai disebut adalah penggunaan aset CGI siap pakai dari situs seperti Daz3D atau Reallusion dengan harga hanya belasan dolar yang menimbulkan pertanyaan besar soal realisasi anggaran film sebesar Rp6,7 miliar.

Pengerjaan film yang terbilang kilat dimulai pada Juni 2025 dan rampung hanya dua bulan semakin memicu keraguan publik.

Sutradara Hanung Bramantyo menegaskan bahwa animasi berkualitas nasional umumnya memakan waktu 4–5 tahun dan dana Rp30–40 miliar, belum termasuk biaya promosi.

Meski badai kritik belum surut, ‘Merah Putih: One For All tetap masuk jadwal tayang di dua jaringan bioskop besar Indonesia. Pantauan hingga Selasa (12/8) atau dua hari jelang perilisan, poster film ini masih terpampang di situs resmi Cinema XXI dan Platinum Cineplex.

Di aplikasi dan situs Cinema XXI, poster film muncul di kolom Coming Soon dengan rating SU (Semua Umur), durasi 1 jam 10 menit, dan jadwal tayang Kamis (14/8).

Film ini berada di barisan bersama ‘Nobody 2’, ‘Demon Slayer The Movie: Infinity Castle’, ‘La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka’, ‘Panggilan dari Kubur’, ‘Tinggal Meninggal’, ‘War 2’ dan ‘The Conjuring (Reissue)’.

Namun berbeda dari beberapa film baru lain, ‘Merah Putih: One For All’ tidak membuka penjualan tiket lebih awal. Platinum Cineplex menempatkan posternya di barisan “Upcoming Movies”, meski berada di posisi paling ujung.

Sementara itu, jaringan bioskop lain seperti CGV, Cinépolis, dan Sam’s Studio belum menampilkan poster resmi di situs penjualan tiket, walau sudah mempublikasikan trailer dan jadwal tayang di media sosial.

Posting Instagram mereka menggaungkan narasi “film animasi anak Indonesia pertama bertema Kebangsaan” yang tayang mulai 14 Agustus 2025.

Walau sudah terjadwal tayang di bioskop, namun gerakan untuk tidak menonton film animassi ini muncul di kalangan netizen.

“Nonton bajakannya aja juga kudu pikir²,” cuit akun @AgusArga DeLuffy Maulina.

“Ngeliat trailernya aja dah gak ada minat nonton, apa lagi di suruh nonton full,” cuit akun @Muha Amin.

“Melihat gratis pun tak sudi,” cuit akun @Denny Nuriyanjaya.

“Enak aja, udah kelihatan gak bagus suruh nonton. Hiro prisma part 2 ini, pdahal udah ada ai, Bima X aja yang animasi lumayan bagus. Serius ini bikin bginian milyaran?” cuit akun @Minha D’Luffy.

Terpisah, Produser Eksekutif ‘Merah Putih: One For All’, Sonny Pudjisasono meminta publik menyaksikan filmnya secara utuh terlebih dahulu, dan bukan hanya dari cuplikan promosi.

“Teman-teman yang punya ekspektasi tersebut, nonton dulu filmnya nanti tanggal 14 Agustus secara utuh karena trailer dengan film sangat beda. Trailer itu kan sifatnya hanya potongan-potongan untuk sekedar promosi aja sebelum film itu dibuat secara utuh,” ujar Sonny.

Lalu, bagaimana pendapat dan keputusan Anda?  (NVR)

By editor2