JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Band Seringai mengikuti langkah band maupun musisi lain yang memilih menarik katalog musiknya dari Spotify karena kontroversi yang melibatkan salau pendiri sekaligus CEO, Daniel Ek.

Berdasarkan penelusuran Akuratnews.co, per Selasa, 14 Oktober, akun Seringai masih dapat ditemui di Spotify, namun puluhan lagu yang berasal dari tiga album penuh dan satu album mini sudah tidak dapat ditemui.

Tidak seluruh karya ditarik. Akun Spotify masih menyisakan dua lagu, “Satu Sisi Dan Menyerang” dan “Lencana”, di mana keduanya merupakan soundtrack untuk film 12.00 am (2005).

Wendi Putranto selaku manajer Seringai mengkonfirmasi bahwa band asal Jakarta yang aktif sejak tahun 2002 itu telah menarik katalog musiknya dari Spotify. Namun, karya-karya Arian cd masih bisa dinikmati di layanan streaming digital lain.

“Betul, hanya mundur dari Spotify. Tapi masih tersedia di streaming platform musik lainnya kok,” kata Wendi saat dihubungi awak media, Selasa.

Lebih lanjut, Wendi menjelaskan keputusan Seringai tidak lepas dari kontroversi Daniel Ek. Ia menyebut apa yang dilakukan CEO Spotify dengan mendukung pengembangan militer tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini para personel.

“Karena Daniel Ek terbukti melakukan investasi sebesar (600 juta euro) ke perusahaan teknologi drone dan AI untuk pengembangan militer,” ujar Wendi.

“Band members Seringai dan seluruh karya yang diciptakan oleh mereka menolak terafiliasi dengan kegiatan tersebut maupun menolak mendukung peperangan,” tambahnya.

Sebelumnya, grup musik asal Yogyakarta, Majelis Lidah Berduri, melakukan hal serupa karena kontroversi sang CEO.

Banyak band dari negara lain juga sudah lebih dulu menarik katalog mereka dari Spotify, antara lain Massive Attack (grup trip-hop asal Inggris), King Gizzard & The Lizard Wizard (grup psychedelic rock Australia), Godspeed You! Black Emperor (grup post-rock Kanada), dan Deerhoof (grup alternatif Amerika Serikat)./Eds.

By Editor1