JAKARTA, AKURATNEWS.co – Suasana halaman kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tampak berbeda pada Kamis (12/3).
Deretan stan berwarna-warni berdiri rapi, menawarkan beragam produk mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga kebutuhan pokok.
Aroma kudapan yang baru dimasak bercampur dengan antusiasme pengunjung yang berburu barang murah dalam gelaran “Bazar Pasar Murah Ramadhan”.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini tak sekadar menjadi ajang belanja.
Di balik setiap produk yang dipajang, tersimpan cerita tentang proses pembinaan dan upaya memberi kesempatan kedua bagi para warga binaan.
Sejak pagi, sejumlah produk hasil karya warga binaan langsung diserbu pengunjung. Aneka kerajinan tangan hingga makanan olahan habis diborong pembeli.
Antusiasme itu menjadi bukti bahwa produk hasil pembinaan di lembaga pemasyarakatan mampu bersaing di pasar.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi menjelaskan bazar ini menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
“Bazar ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan yang tidak kalah saing. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui pembinaan di pemasyarakatan, mereka mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual,” ujar Mashudi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena digelar di bulan Ramadhan.
Selain memperkenalkan karya warga binaan, bazar diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian,” katanya.
Semangat yang sama disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara, Adhayani Lubis. Ia menjelaskan bahwa bazar Ramadan ini dirancang untuk menghadirkan suasana yang lebih semarak di lingkungan Ditjenpas sekaligus menjadi etalase bagi berbagai produk hasil pembinaan.
“Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup, sekaligus memperkenalkan berbagai produk hasil karya warga binaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya produk hasil pembinaan warga binaan, bazar juga menghadirkan berbagai barang kebutuhan lainnya. Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah turut meramaikan kegiatan tersebut, bersama produk pangan dari Perum Bulog, aneka daging segar, hingga kerajinan tangan dari Dharma Wanita Persatuan.
Bagi pengunjung, bazar ini menjadi kesempatan mendapatkan berbagai kebutuhan Ramadhan dengan harga lebih terjangkau.
Sementara bagi warga binaan, kegiatan tersebut menjadi panggung kecil untuk menunjukkan bahwa keterampilan yang mereka pelajari di balik tembok pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi karya yang bernilai ekonomi.
Di tengah hiruk pikuk transaksi dan tawa pengunjung, bazar ini seakan menyampaikan pesan sederhana: pembinaan bukan sekadar proses hukuman, tetapi juga jalan untuk kembali berkarya dan memberi harapan baru. (NVR)
