JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kolesterol sering dinarasikan sebagai sesuatu yang jahat dan sumberpenyakit. Tetapi nyatanya narasi itu tidak sepenuhnya benar. Karena kolesterol itu fungsinya banyak sekali bagi kesehatan tunuh kita.
Sebelum membahas lebih jauh tentang kolesterol, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu kolesterol?.
Kolesterol adalah sejenis lemak yang ditemukan di jaringan tumbuhan dan hewan. Merki begitu, Tubuh manusia juga memproduksi kolesterol yang dibutuhkan hati.
Kita juga bisa mendapatkannya melalui makanan. Produk hewani seperti ayam, daging sapi, telur, atau produk susu juga mengandung kolesterol.
Kolesterol sangat diperlukan dalam metabolisme tubh kita, namun jika kadarnya tinggi bisa berbahaya.
Baca Artikel Lainnya: Kenali Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Kesemek
Jadi, seperti apa peran kolesterol dalam metabolisme tubuh?.
Hubungan Kolesterol dengan Metabolisme Tubuh
Metabolisme kolesterol pada manusia melibatkan banyak organ. Sekitar 90 persen dari kolesterol dalam sel tubuh ada di dalam membran plasma. Kolesterol digunakan di seluruh tubuh untuk berbagai fungsi penting, salah satunya membantu pencernaan lemak makanan.
Kolesterol dibawa ke seluruh tubuh sebagai ester kolesterol yang dikemas dengan lemak dan protein. Usus mengumpulkan kolesterol makanan menjadi partikel yang disebut kilomikron yang diangkut melalui darah dan akhirnya diambil oleh hati. Kemudian hati mengemas makanan dan kolesterol menjadi lipoprotein densitas rendah (LDL).
Kolesterol juga menjalan beberapa fungsi penting lainnya dalam tubuh, yang masih berkaitan dengan metabolisme, di antaranya:
- Kolesterol berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan membran dan struktur sel. Kolesterol dapat masuk di antara molekul lemak penyusun sel, membuat membran lebih cair. Sel juga membutuhkan kolesterol untuk membantunya menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.
- Kolesterol penting untuk membuat sejumlah hormon penting, termasuk hormon stres kortisol. Kolesterol juga digunakan untuk membuat hormon seks menjadi testosteron, progesteron, dan estrogen.
- Hati juga menggunakan kolesterol untuk membuat empedu, cairan yang berperan penting dalam pemrosesan dan pencernaan lemak.
- Kolesterol digunakan oleh sel saraf untuk isolasi.
- Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membuat vitamin D. Dengan adanya sinar matahari, kolesterol diubah menjadi vitamin D.
Baca ArtikelLainnya: Mata Tiba-tiba Buram, Begini Cara Mengatasinya
Perbedaan Kolesterol Baik dan Buruk
Kolesterol sangat diperlukan tubuh, tapi ia terkadang digambarkan sebagai sesuatu yang “buruk” dan di lain waktu dianggap “baik”, mengapa demikian? Ingatlah, bahwa kolesterol dibedakan menjadi kolesterol baik dan buruk.
- Lipoprotein Densitas Rendah (LDL) alias Kolesterol Jahat
Kolesterol tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. LDL mengandung lebih banyak kolesterol dibanding protein, sehingga bobotnya lebih ringan. LDL bergerak melalui aliran darah dan membawa kolesterol ke sel-sel yang membutuhkannya.
Saat teroksidasi, LDL dapat meningkatkan peradangan dan memaksa lipid menumpuk di dinding pembuluh di jantung dan bagian tubuh lainnya sehingga membentuk plak. Saat plak menebal dan membatasi atau memblokir darah sepenuhnya dan nutrisi ke jaringan atau organ yang terkan.
- Lipoprotein Densitas Tinggi (HDL) alias Kolesterol Baik
HDL lebih berat dibanding LDL karena mengandung lebih banyak protein dan lebih sedikit kolesterol. HDL berperan mengambil kolesterol dari sel dan membawanya ke hati. Memiliki kadar HDL yang lebih tinggi juga membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Artikel Lainnya:
Bahaya Virus Ebola Jika Menyerang Tubuh Kita
Kolesterol Total yang Dibutuhkan Tubuh
Tingkat kolesterol total yang ideal adalah lebih rendah dari 200 mg/ dL. Berapapun antara 200 dan 239 mg/ dL adalah batas kewaspadaan, dan berapapun di atas 240 mg/dL akan dinilai tinggi.
Trigliserida adalah jenis lemak lain dalam darah. Seperti kolesterol, terlalu banyak trigliserida berdampak buruk pada kesehatan. Trigliserida tinggi biasanya menyertai kolesterol tinggi dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Ada beberapa hal yang memengaruhi jumlah kolesterol, hal ini bisa kamu kendalikan sendiri. Faktor keturunan, diet, berat badan, dan olahraga adalah faktor penentu kadar kolesterol./Ib. Sumber: Halodoc. Foto: Ilustrasi.
