JAKARTA, AKURATNEWS.co – Film horor psikologis ‘Pemikat Jiwa’ segera hadir dengan mengadu daya melalui cerita cinta tak berbalas yang berubah jadi teror gaib, sekaligus pendekatan visual yang sengaja dibuat gelap dan menyesakkan.

Film arahan Dom Dharmo dan dibintangi Fajar Nugra, Givina dan Erdin Wedrayana ini berpusat pada cerita Jay (Fajar Nugra), pedagang ayam di pasar tradisional yang patah hati karena Wulan (Givina) memilih menikah dengan Damar (Erdin Wedrayana).

Frustasi, Jay memakai ajian kuno Pemikat Jiwa dan pelet untuk menaklukkan hati Wulan. Ritual itu berhasil, tapi Wulan justru dirasuki Nyai Sasigeni, entitas jahat yang membawa teror bagi keduanya.

Tim produksi film ini membangun kontras kuat antara dunia nyata Jay dan dunia mistis yang ia panggil. Pasar tempat Jay bekerja ditangkap dengan warna kusam, pencahayaan lampu bohlam kekuningan, dan kamera handheld untuk memberi kesan pengap dan terjebak.

Saat ritual Pemikat Jiwa berlangsung, visual berubah: cahaya redup, asap dupa tebal, close-up pada mata aktor, serta permainan bayangan dan siluet. Tujuannya membuat kehadiran Nyai Sasigeni terasa mencekam tanpa harus tampil eksplisit.

“Horornya lebih psikologis. Kami mainkan ketegangan lewat sudut kamera yang mengintip dan transisi lambat, supaya penonton ikut terjebak dalam kegilaan Jay,” kata Dom Dharmo saat peluncuran poster dan thriler film ini di Jakarta, Selasa (9/6)

Sejumlah properti ritual yang digunakan dalam proses produksi juga diperlihatkan kepada awak media. Berbagai benda yang identik dengan praktik pelet dan ritual pemanggilan energi gaib dipamerkan untuk memberi gambaran detail dunia mistis yang akan dihadirkan dalam ‘Pemikat Jiwa’.

Produser dari Makara Film, Shanker R.S menegaskan film ini punya makna lebih dalam.

‘Pemikat Jiwa bukan sekadar film pelet. Ini tentang bagaimana seseorang berusaha memiliki jiwa orang lain. Saat rasa memiliki berubah jadi obsesi, batas cinta dan penguasaan jadi tipis,” ujarnya.

Pamungkas, film ini juga ingin memperlihatkan sebuah konsekuensi dari tindakan curang perlahan berubah jadi teror yang menghancurkan pelakunya. (NVR)

By editor2