SURABAYA, AKURATNEWS.co – Peningkatan signifikan dalam elektabilitas capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Jawa, khususnya di Jawa Timur (Jatim) disambut baik sejumlah kalangan.
Achmad Hariyono, warga Jawa Timur dan juga Ketua Aliansi Alumni Airlangga untuk Perubahan (A3P) misalnya. Ia menyambut baik peningkatan elektabilitas Anies yang signifikan di Jawa Timur.
“Jawa Timur selama ini dikenal sebagai basis kalangan nahdliyin. Kunjungan yang dilakukan Pak Anies ke berbagai pondok pesantren, kiai, dan masyarakat di Jawa Timur membuat banyak warga pedesaan dan nahdliyin mulai mengenal Pak Anies. Terlebih setelah Muhaimin Iskandar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang merupakan representasi politik nahdliyin, bergabung dengan Koalisi Perubahan,”ujar Achmad Hariyono yang juga alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini, Rabu (27/9).
Menurut Achmad, relawan Anies sebelumnya mengalami kesulitan dalam menjangkau wilayah pedesaan. Namun, dengan pergerakan yang masif oleh Anies, Muhaimin dan PKB di Jawa Timur, wilayah pedesaan kini semakin mengenal Anies.
“Jadi, Jawa Timur bukan menolak Anies, tetapi mereka belum mengenal Anies. Di wilayah perkotaan, sudah banyak yang tahu. Namun, banyak warga pedesaan di Jawa Timur yang belum mengenalnya. Mereka lebih banyak mengenal calon sebelah karena banner-nya lebih banyak terpasang di wilayah pedesaan di Jawa Timur. Orang-orang di pedesaan cenderung memilih berdasarkan gambaran calon yang mereka kenal. Saat ini, para relawan di Jawa Timur berkolaborasi dengan partai pengusung untuk memperkenalkan Pak Anies kepada masyarakat pedesaan di Jawa Timur,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemasangan banner Anies di wilayah pedesaan saat ini lebih aman dari tangan-tangan nakal, karena banner tersebut dijaga oleh warga NU yang kultural dan nahdliyin yang mendukung Anies dan Muhaimin.
Ia juga mengungkapkan bahwa pendekatan ke masyarakat pedesaan dan akar rumput di Jawa Timur dilakukan oleh relawan melalui berbagai profesi, seperti dokter, guru, dan lainnya yang bekerja di desa-desa.
Mereka memiliki peran penting dalam memperkenalkan Anies kepada masyarakat. Achmad mengatakan bahwa saat ini sudah banyak simpul relawan Anies yang aktif di pedesaan, meskipun mereka masih terbatas dalam hal logistik.
Relawan juga masuk ke pondok-pondok pesantren, berinteraksi dengan para kiai di kampung, bersama dengan kelompok NU kultural, dan majelis taklim. Selain itu, Aliansi Alumni Airlangga untuk Perubahan (A3P) juga berencana untuk bersilaturahmi dengan Gus Ali, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat di Tulangan-Sidoarjo yang sangat dihormati di kalangan nahdliyin di Jawa Timur dalam waktu dekat. (NVR)
