JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sebanyak 44 negara akn ambil bagian dalam laga Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026 mendatang.

Dalam kualifikasi ini, AFC menerapkan format baru dengan sistem Qualification Phase dan Development Phase.

Kualifikasi akan berlangsung dalam sistem liga terpusat mulai 31 Agustus hingga 6 September 2026. Perubahan format ini menjadi bagian dari reformasi kompetisi kelompok umur AFC yang dirancang agar pertandingan antartim dengan level kemampuan yang relatif berimbang semakin banyak terjadi.

Pada Qualification Phase, 32 tim dibagi ke dalam delapan grup yang masing-masing berisi empat negara. Delapan juara grup dan tujuh runner-up terbaik akan lolos ke Piala Asia U-20 2027, bergabung dengan China yang otomatis tampil sebagai tuan rumah.

Format baru tersebut juga memperkenalkan sistem promosi dan degradasi. Tim yang finis di posisi terbawah grup kualifikasi akan turun ke Development Phase pada edisi kualifikasi berikutnya. Sementara itu, tiga juara grup dan tiga runner-up Development Phase akan memperoleh promosi ke Qualification Phase edisi berikutnya.

Grup A mempertemukan Korea Selatan, Kirgizstan sebagai tuan rumah, Filipina, dan Lebanon. Korea Selatan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan karena memiliki tradisi kuat di Piala Asia U-20. Tapi, Filipina kemudian mundur sehingga grup ini hanya berisi tiga tim.

Kemudian, Grup B dihuni Uzbekistan, Suriah, India, dan Bangladesh. Uzbekistan berstatus tuan rumah grup sekaligus salah satu kekuatan utama Asia di kelompok usia muda. India juga memiliki ambisi besar untuk kembali tampil di putaran final setelah terakhir lolos pada 2006.

Sementara Grup C menjadi salah satu grup yang paling berat. Iran harus berhadapan dengan Vietnam, Korea Utara, dan Palestina. Iran memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kekuatan terbesar Piala Asia U-20, sementara Korea Utara juga mempunyai tradisi kuat di kompetisi kelompok usia.

Persaingan di Grup D tidak kalah menarik dengan kehadiran Yordania, Tajikistan, Bahrain sebagai tuan rumah, dan Afghanistan. Grup ini mempertemukan tim-tim yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat di level Asia.

Di Grup E, Arab Saudi menjadi salah satu favorit ketika berhadapan dengan tuan rumah Qatar, Oman, dan Hong Kong. Pertemuan Qatar melawan Arab Saudi pada pertandingan terakhir grup berpotensi menjadi salah satu laga penentu posisi teratas.

Grup F juga menyajikan persaingan sengit. Irak, Thailand sebagai tuan rumah, Uni Emirat Arab, dan Turkmenistan akan memperebutkan tiket ke putaran final. Sementara Grup G mempertemukan Jepang, Yaman, Kamboja sebagai tuan rumah, dan Kuwait. Jepang tentu menjadi salah satu kandidat kuat untuk menguasai grup berkat konsistensinya di kompetisi usia muda Asia.

Adapun Grup H menjadi satu-satunya grup yang seluruh pesertanya berasal dari Kawasan Asia Tenggara. Australia sebagai juara bertahan harus bersaing dengan Indonesia, Malaysia, serta tuan rumah Laos. Australia datang dengan status juara Piala Asia U-20 2025 setelah mengalahkan Arab Saudi melalui adu penalti pada final. Itu merupakan gelar pertama Australia dalam sejarah turnamen.

Selain delapan grup Qualification Phase, terdapat Development Phase yang diisi 12 tim dalam tiga grup. Grup I berisi Mongolia, Guam, Nepal, dan Kepulauan Mariana Utara; Grup J dihuni Taiwan, Singapura, Bhutan, dan Makau; sedangkan Grup K mempertemukan Myanmar, Maladewa, Brunei Darussalam, dan Sri Lanka.

Disamping Australia, sejumlah negara dengan sejarah panjang seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Irak, Arab Saudi, dan Uzbekistan juga akan menjadi kandidat kuat untuk lolos ke putaran final.

Piala Asia U-20 China 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret hingga 10 April 2027. Karena hanya 15 tiket yang diperebutkan melalui jalur kualifikasi, setiap pertandingan pada fase grup memiliki arti penting, terutama bagi tim yang berpotensi harus bersaing melalui jalur tujuh runner-up terbaik.

Dengan format baru, kualifikasi kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju putaran final. AFC juga menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari sistem pengembangan sepak bola muda Asia melalui mekanisme promosi dan degradasi. Karena itu, persaingan sejak pertandingan pertama dipastikan berlangsung ketat di seluruh grup./Ib.

By Editor1