BOGOR, AKURATNEWS.co – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)Â mengumumkan Aktivitas Gunung Gede di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Selasa (1/4/2025) kembali menunjukkan peningkatan signifikan.
Dalam beberapa jam terakhir, tercatat 21 kali gempa Vulkanik Dalam (Gempa Vulkanik Tipe A/VA) dengan jumlah yang jauh melebihi rata-rata harian bulan sebelumnya.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Terutama terhadap potensi letusan freatik dan embusan gas beracun di sekitar kawah. Letusan freatik adalah erupsi gunung api yang terjadi ketika air di bawah tanah atau permukaan dipanaskan magma. Letusan ini ditandai dengan ledakan tiba-tiba dan pelepasan gas dan abu vulkanik.
Melansir laman resmi Kementerian ESDM, Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan lonjakan aktivitas kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Dia menjelaskan, pada 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. “Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari,” kata Wafid di Bandung, Selasa (1/4/2025).
Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede, yang berpotensi menyebabkan letusan freatik atau embusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi. Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal).
Dijelaskan Wafid, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2024 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanologi Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal). “Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” ujar dia.
Gunung Gede merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 2.958 mdpl. Secara administratif berada di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat. Pemantauan dilakukan secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur.
Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada 1957 dari Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak. Saat ini, aktivitas embusan terpantau berasal dari Kawah Wadon, dengan ketinggian asap berkisar antara 50 hingga 100 meter selama Maret 2024. Untuk informasi lebih lanjut mengenai aktivitas vulkanik Gunung Gede, masyarakat dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Gede di 0812-2431-4051.
Kegiatan pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Bogor, Jawa Barat, ditutup untuk sementara waktu. Penutupan pendakian karena ada peningkatan gempa vulkanik dalam Gunung Gede Pangrango sejak Selasa (1/4/2025).
Berdasarkan surat edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang diunggah dalam akun media sosial @bbtn_gn_gedepangrango, penutupan sementara dilakukan sejak 3–7 April 2025. “Penutupan kembali kegiatan pendakian di TN Gunung Gede Pangrango. Tanggal 03 April sampai dengan 07 April 2025 dan/atau sampai informasi lebih lanjut hasil pemantauan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” tulis keterangan akun tersebut, Rabu (2/4/2025).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menjelaskan, penutupan dilakukan lantaran adanya peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dari gunung yang memiliki ketinggian 2.958 MDPL tersebut. “Saat ini aktivitas embusan G. Gede berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah pada periode 1-31 Maret 2024 umumnya berkisar antara 50-100 di atas puncak. Pada tanggal 1 April 2024 pada pukul 00.00-06.00 WIB terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian,” tulis keterangan resmi.
Diinformasikan, rata-rata kejadian gempa vulkanik dalam Gunung Gede Pangrango pada periode 1-31 Maret 2025 hanya berkisar 0-1 kali per hari. Peningkatan gempa vulkanik dalam dinilai bisa berbahaya.
“Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada tubuh G. Gede dengan potensi bahaya berupa letusan freatik maupun embusan gas gunung api di sekitar kawah yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas allart.”
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango masih pada level I atau normal. Masyarakat ataupun wisatawan diminta untuk tidak mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon
“Tingkat aktivitas G. Gede akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan.”
Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrangp meminta para pendaki untuk menjadwalkan ulang kegiatan pendakiannya menyoal kondisi yang terjadi.
“Kepada para calon pendaki yang sudah melakukan pendaftaran pada tanggal 03 April 2025 dan seterusnya agar dapat melakukan reschedule atau perubahan jadwal.” tulisnya.
Gunung Gede terakhir kali meletus pada pada 13 Maret 1957 silam melalui Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak Gunung./Ib. Fotom Dok. Loka Karlina.

