JAKARTA, AKURATNEWS.co – Barry Mitchell, mantan bassis Queen yang bergabung pada masa awal band sebelum era John Deacon, meninggal dunia. Mitchell menjadi bassis Queen dari Agustus 1970 hingga Januari 1971.

The Mirror dikutip Sabtu, 22 Agustus, melaporkan, kabar meninggalnya Mitchell dikonfirmasi pada Jumat oleh pengarsip resmi Queen, Greg Brooks. Teman Mitchell, Gary Taylor, menyebut musisi tersebut meninggal pada 17 Agustus.

“Berita yang sangat menyedihkan baru saja kami terima bahwa pemain bas Queen pada masa awal, sekitar 1970, Barry Mitchell, telah meninggal dunia,” tulis Brooks.

Menurut Brooks, kisah-kisah Mitchell tentang masa awal Queen memberikan gambaran langka mengenai perjalanan band tersebut sebelum menjadi besar.

Mitchell disebut memainkan bagian bas versi awal pada lagu Liar dan Son And Daughter. Ia merupakan salah satu dari sejumlah bassis yang pernah bermain bersama Queen sebelum posisi itu akhirnya ditempati John Deacon.

Bersama Freddie Mercury, Brian May, dan Roger Taylor, Deacon kemudian membentuk formasi Queen yang paling dikenal publik.

Mitchell disebut direkomendasikan kepada Roger Taylor setelah sebelumnya bermain bersama band Conviction. Ia diperkirakan tampil dalam 13 pertunjukan bersama Queen, sebagian besar di Inggris.

Dalam wawancara dengan Rolling Stone Prancis pada 2018, Mitchell mengatakan dirinya saat itu bermain bersama sejumlah band blues di klub-klub kawasan Soho, London. Seorang temannya yang bertemu Roger di Cornwall kemudian memberi tahu bahwa Queen sedang mencari bassis.

Mitchell lalu menghubungi Roger dan mengikuti audisi bersama Brian May serta Freddie Mercury di Imperial College, London.

“Sejak lagu pertama semuanya berjalan baik. Mereka menunjukkan kord dan saya langsung mengikutinya,” kata Mitchell.

Setelah bermain dalam sesi improvisasi lagu-lagu blues, Mitchell diterima menjadi anggota Queen.

Ia mengenang Brian dan Roger sebagai musisi yang sangat berbakat. Namun, Freddie saat itu, menurut Mitchell, belum menjadi penyanyi dan penampil panggung seperti yang kemudian dikenal dunia.

Mitchell mengatakan Freddie masih sangat pemalu dan belum mampu mengendalikan suaranya dengan baik.

“Sulit membayangkan betapa pemalu dan tidak percaya dirinya dia waktu itu,” katanya.

Masa Mitchell bersama Queen berakhir pada Januari 1971. Ia bercanda bahwa dirinya akhirnya “dipecat karena dianggap tidak berguna”.

Namun, Mitchell juga mengakui dirinya ketika itu tidak terlalu antusias dengan arah musik Queen.

“Itu tidak benar-benar mengarah ke jenis musik yang saya inginkan. Saat itu mereka belum menjadi band besar seperti yang kalian kenal sekarang. Saya tidak melihat potensinya. Gila rasanya mengatakan itu sekarang, tetapi itulah kenyataannya,” ujar Mitchell.

Queen kemudian meraih popularitas besar setelah merilis album ketiga Sheer Heart Attack pada 1974. Album tersebut memuat Killer Queen yang mencapai posisi kedua tangga lagu Inggris./Eds.

By Editor1