JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online Ngobrol Bareng Legislator pada Rabu, (16/5) dengan tema: “Pemanfaatan Media Sosial dan Platform Digital dalam Lingkup Pendidikan”.

Dalam seminar yang diselenggarakan melalui platform zoom meeting Kementerian Kominfo dan DPR RI mengundang narasumber yang ahli pada bidangnya, Narasumber pertama Rachel Maryam yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI.

Narasumber kedua yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, narasumber ketiga Muhammad Iqbal, Ph.D yang merupakan Psikolog dan Kepala / Associate Proff dan narasumber yang terakhir Wahyu Wary Pintoko, S.PT., M.Si sebagai Dosen Institut Bisnis Nusantara.

Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang didukung Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Pemaparan pertama dibuka Rachel Maryam. Dalam paparan singkatnya beliau menyampaikan bahwa teknologi masa kini telah berkembang dengan pesat. Tidak seperti dulu, teknologi saat ini sangatlah berpengaruh dalam aspek kehidupan manusia dan ikut berperan dalam kehidupan masyarakat luas, khususnya di dalam pendidikan sendiri teknologi kini memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak didalam dunia pendidikan memiliki banyak sekali manfaatnya, dimana dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital tersebut bisa memberikan kita kemudahan dalam proses pembelajaran maupun informasi yang kita butuhkan didalam dunia pendidikan.

Pemaparan kedua disampaikan Muhammad Iqbal, Ph,D dalam paparannya beliau menyampaikan era society merupakan sebuah konsep dimana kehidupan manusia dipermudah dengan adanya teknologi dan teknologi merupakan bagian dari manusia itu sendiri.

Dalam penggunaan media sosial bisa semakin memudahkan dalam proses pembelajaran. Lewat sosial media, para pelajar secara aktif bisa lebih kreatif dan mandiri sehingga kualitas pelajaranpun bisa semakin meningkat baik dan segi pengetahuan maupun kualitas. Dalam hal ini dibutuhkan guru yang kreatif fan inovatif dimana guru yang kreatif dan inovatif adalah guru yang mampu menghadirkan kelas-kelas pembelajaran yang asyik dan menyengangkan serta menghasilkan pembelajaran yang bermakna.

Pemaparan terakhir disampaikan Wahyu Wary Pintoko, S.PT., M,Si dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa sebagai pengguna internet penggunanya harus melek digital agar terhindar dari berbagai jenis kecurangan.

Hal lain juga disebutkan sisi negatif dari penggunaan internet seperti sosial skill yang berkurang, kecurangan dalam penggunaan (menyontek disaat ujian) interpersonal skill juga berkurang. Selain itu dari sisi kesehatan beliau juga menyampaikan dampak negatif penggunaan internet Obesitas, tulang belakang yang melengkung, sakit kepala karena lebih sering duduk. Secara mental pengguna internet bisa mengalami distraksi, depresi atau menganggap orang lain berhasil tapi kita belum berhasil, dan anixiety atau kecemasan berlebih.

Internet tidak bisa disamakan dan menggantikan peran guru, karena internet memiliki sifat sama rata dan internet tidak bisa membedakan antar murid, selain itu hal yang tidak bisa menggantikan guru dengan internet, internet bisa menjadi media belajar namun internet tidak bisa membimbing dan tidak menjadi fasilitator. Paparan terakhir diucapkan kita bisa mengandalkan internet tapi tidak sepenuhnya mengandalkan.

Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang dipaparkan para narasumber, Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber, moderator memfasilitasi untuk sesi tanya jawab. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber. (RISH)

By Editor1