JAKARTA, AKURATNEWS.co – Setiap yang bernyawa pasti akan mati, itulah firman Allah SWT yang ada dalam Al-Qur’an, QS Ali Imran,185, QS Al Anbya 35 dan QS Al Ankabut 57.
Ayat tersebut menegaskan kepastian kematian, ujian kehidupan, dan kembalinya manusia kepada Allah untuk menerima balasan sesuai amal semasa hidup di dunia.
Karena meninggal adalah suatu kepastian, maka setiap manusia muslim yang beriman tentu berharap meninggal dalam keadaan husnul khotimah Oleh karena itu, banyak umat muslim yang mulai mendalami dan memperbanyak bekal ke akhiratnya.
Kita berharap agar Allah SWT memberikan kita kedukaan yang baik dan disegerakan ke surga-Nya.
Apa itu usnul Khotimah?
Husnul Khotimah berasal dari bahasa Arab, jika diartikan dalam bahasa Indonesia Hunsnul berarti baik, dan Khotimah merujuk pada akhir. Jadi makna Husnul Khotimah adalah akhir angbak. Akhir dalam kata ini merujuk dalam kondisi kedukaan dari seorang muslim.
Husnul khotimah menjadi rahasia dan hak preogratif Allah. Sesuai dengan Firman Allah dalam surah Luqman ayat ke 34 yang menjelaskan bahwa kiamat, hujan, apa yang ada dalam rahim (kehamilan), hari esok, dan juga kedukaan, hanyalah Allah yang Maha Mengetahui.
Jadi, tak ada seorangpun yang mengetahui atau bahkan bisa mengatur berbagai hal tersebut. Oleh karena itulah, manusia hanya bisa menyiapkan sebaik-baiknya, melalui perbuatan yang baik, menjauhi larangan, dan menjalankan perintah-perintah Allah.
Berikut Ciri[ciri Orang yang Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah.
1. Mendapatkan Kesempatan Mengucap Syahadat
Ciri pertama yang menandakan umat muslim meninggal dalam keadaan baik adalah mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan syahadat saat detik-detik terakhir. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadist Riwayat bukhari yang berbunyi:
“Barang Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada yang disembah yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan anak dari budak wanita-Nya serta kalimat-Nya yang ia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya.
Serta bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, Maka Allah akan memasukkan ke dalam surga melalui pintu surga yang delapan sesuai kehendak-Nya.” (Hadits Riwayat Bukhari).
Dari hadist tersebut menunjukkan, jika Anda meninggal dalam keadaan sempat bersyahadat sebelumnya, maka kemungkinan Anda meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
2. Mendapatkan Kesempatan Mengucap Tahlil
Selain syahadat, ada juga sabda Rasul SAW yang menyatakan seorang meninggal dalam keadaan baik ketika sebelum meninggal mengucapkan “tahlil” (Laa ilaha illallah). Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasul SAW dalam hadist riwayat Abu Daud, yang berbunyi:
“Barang siapa yang mengucapkan akra terakhirnya dengan Laa ilaha illallah, niscaya ia akan dimasukkan kedalam surga.” (HR. Abu Dawud)
Kalimat tahlil sendiri memiliki makna “Tiada Tuhan Selain Allah”, sehingga dua kalimat ini yang biasanya orang sekitar bisikkan kepada orang yang mengalami sakaratul maut. Tujuannya adalah diberikan kesempatan untuk membaca 2 kalimat thoyyibah ini sebelum nyawa keluar dari tubuh.
3. Seorang Ibu yang Meninggal Ketika Melahirkan
Ciri husnul khotimah berikutnya adalah meninggalnya seorang ibu yang tengah memperjuangkan atau dalam momen melahirkan. Sudah menjadi rahasia umum jika momen melahirkan adalah proses yang berat antara hidup dan mati. Bahkan para ulama menyamakan kondisi ini sama seperti perangnya para perempuan.
Ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW dalam HR. Ahmad, yang menyatakan bahwa, beberapa golongan yang meninggal dalam keadaan syahid adalah orang yang terbunuh di jalan Allah (merujuk pada perang dengan acuan tertentu), karena terpapar wabah penyakit, penyakit perut, dan wanita yang meninggal saat melahirkan.
Bahkan sabda ini turut diperkuat dengan Sabda Rasul SAW, dari pernyataan Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu anhu yang berisi:
“Dan seorang wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) adalah termasuk golongan syahid; dan anak tersebut akan menarik wanita tersebut menggunakan tali pusarnya untuk naik ke surga.
Kata dibunuh disini bisa Anda maknai sebagai momen keguguran dalam prosesi melahirkan. Dari dua hadis inilah yang memperkuat bahwa ibu yang meninggal dalam momen melahirkan termasuk husnul khotimah.
4. Meninggal dengan Kondisi Dahi Berkeringat
Bersyukurlah jika keluarga Anda meninggal dalam keadaaan dahi yang berkeringat, karena hal tersebut bisa saja menandakan bahwa beliau meninggal dalam keadaan baik. Hal tersebut mungkin terjadi karena adanya rasa malu akibat dosa-dosa semasa hidupnya, sesuai dengan penjelasan Hadis Riwayat Tirmidzi berikut ini:
Seperti yang Abdullah bin Buraidah jelaskan dari ayahnya, Rassullullah SAW pernag berkata, “Orang beriman akan meninggal dengan keringat pada alisnya.” (HR. Tirmidzi).
Dalam hadis tersebut kemudian para alim ulama jelaskan berasal dari keringat dahi yang turun ke alis. Hadis ini juga sudah mendapat pengakuan sebagai hadis yang sahih (terbukti kebenarannya) oleh para alim ulama.
5. Meninggal pada Malam atau Hari Jumat
Ciri berikutnya yang bisa menjadi tanda seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah adalah seorang muslim yang meninggal pada malam jumat. Hal tersebut selaras dengan Hadits Riwayat Ahmad yang menjelaskan bahwa:
“Tiada satu orang muslim pun (baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa) yang meninggal dunia pada hari Jumat atau Malam Jumat; Melainkan Allah beri perlindungan padanya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad).
Fitnah kubur sendiri mengacu pada ujian yang Allah berikan melalui dua malaikat kubur yang memberikan pertanyaan mengenai keislaman seseorang di alam kubur. Mulai dari siapa Tuhannya, siapa nabinya, apa agamanya, apa kitabnya dan apa yang dia imaninya.
6. Membela Diri dari Perampok
Walaupun kini membela diri dari rampok bisa mendapat hukuman pidana penganiayaan. Namun, dalam hadis ini Rasul SAW bersabda bahwa, membela diri pada rampok ganjarannya mati shadhid. Hal tersebut sesuai dengan Hadis Riwaayat Abu Daud yang berbunyi:
“Barang siapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia termasuk golongan mati syahid. Siapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka ia juga golongan mati syahid. Serta siapa yang dibunuh karena membela darah atau agamanya, maka ia juga golongan mati syahid!” (HR. Abu Daud).
Nah, itulah beberapa ciri yang menggambarkan seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
Walaupun Anda tak tahu bagaimana Anda akan meninggal, namun menyiapkan diri dengan memperbanyak amal soleh dan menjauhi larangan-Nya bisa jadi bekal yang baik untuk menyiapkan kedukaan./Ib.
