JAKARTA, AKURATNEWS.co – Clanse Pakpahan SH bersama dengan puluhan tenant, baik yang melakukan pembelian maupun penyewa di KELAPA GADING TRADE CENTER (KTC) menggelar pertemuan pada Jumat, 13 Oktober 2023, dalam pertemuan tersebut sepakat ingin menghadap panglima TNI untuk memohon perlindungan hukum.

Mereka juga ditemani oleh perwakilan dari salah satu organisasi masyarakat ibukota yang ikut mendukung perjuangan mereka. Dalam pertemuan ini, mereka menyampaikan ketidakjelasan nasib mereka terkait pengelolaan gedung tersebut, yang saat ini sedang diperkarakan.

Perlu ditekankan bahwa Golden Leaf, yang merupakan salah satu penyewa di KTC, memiliki kasus hukum yang berbeda dibandingkan dengan tenant lainnya. Menurut Clanse Pakpahan, Golden Leaf telah memenangkan kasusnya dalam pengadilan negeri Jakarta Utara sejak awal, dan hasil tersebut juga dikuatkan oleh pengadilan tinggi.

Meskipun demikian, pengelola gedung tengah berusaha mengajukan kasasi untuk mengkaji kembali putusan tersebut. Oleh karena itu, para tenant hari ini mencari bantuan perlindungan hukum dari panglima TNI, dengan pertimbangan bahwa gedung ini merupakan milik TNI dan mereka berharap agar kasus ini mendapatkan perhatian yang layak dari pihak berwenang.

Hari itu, puluhan tenant hadir bersama-sama untuk mengemukakan permohonan perlindungan hukum mereka, meskipun sebelumnya ada ratusan orang yang terlibat dalam perjuangan ini. Mereka berharap bahwa tindakan ini dapat membantu memperjelas nasib mereka.

Clanse Pakpahan juga menjelaskan sejarah asal muasal gedung ini, yang awalnya dimiliki oleh Negara sebelum dialihkan ke PT. Informasi ini memberikan konteks tentang perdebatan yang sedang berlangsung.

Sementara mengenai perkembangan kasus Golden Leaf, Clanse Pakpahan mengungkapkan,

“Kami masih menunggu hasil kasasi dari pihak Golden Leaf. Mereka telah memenangkan kasus mereka dua kali.” kata Pakpahan.

Dia juga mencatat bahwa masih terdapat intimidasi yang dialami oleh tenant-tenant lain, seperti pengusiran paksa, penyegelan kios, pemutusan aliran listrik, meskipun mereka masih diharuskan untuk membayar, Bahkan ada juga tenan yang didenda maintance milyaran rupiah sedangkan kiosnya hanya dua ratus juta.Hal ini menunjukkan situasi sulit yang dihadapi oleh banyak pihak yang terlibat dalam konflik ini./Ib

By Editor1