SERANG, AKURATNEWS.co – Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-24 Provinsi Banten yang jatuh pada Jumat (4/10), Oktober 2024, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang mengajak masyarakat melakukan refleksi mendalam terhadap perjalanan Banten sebagai sebuah provinsi.
Seruan tegas ini disertai dengan penolakan terhadap praktik politik dinasti yang dinilai menghambat kemajuan dan kesejahteraan rakyat Banten.
Dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, HMI Cabang Serang menekankan bahwa momentum HUT ini tidak seharusnya hanya diperingati sebagai seremonial belaka.
Ketua Umum HMI Cabang Serang, Eman Sulaiman, menyampaikan bahwa masyarakat Banten perlu melihat kembali perjalanan provinsi ini selama 24 tahun terakhir dengan penuh evaluasi dan kritis, terutama di tengah persiapan menghadapi Pilkada serentak yang akan datang.
“Selama 24 tahun ini, kita harus bertanya apakah Banten telah mencapai tujuan yang diharapkan sejak terbentuknya provinsi ini. Bukan hanya soal seremonial, tapi apakah kesejahteraan masyarakat sudah terwujud,” ujar Eman dalam orasinya.
Eman juga menyoroti berbagai permasalahan yang masih melanda Banten, termasuk tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Banten masih tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, mencapai 7,02 persen pada 2024. Ia menilai hal ini sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai untuk masyarakat.
“Angka pengangguran yang tinggi ini jelas merupakan cerminan bahwa pemerintah belum berhasil dalam menyediakan kesempatan kerja yang layak bagi warganya. Padahal, Banten memiliki potensi ekonomi yang besar,” tambah Eman.
Selain masalah pengangguran, sektor-sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga mendapat sorotan.
Koordinator Lapangan Aksi, Habiel Al-Bana, menegaskan bahwa pembangunan Banten harus lebih difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, yang akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan provinsi.
“Kami menuntut agar pemerintah serius menangani isu-isu yang menghambat kemajuan Banten. Pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat Banten,” tegas Habiel.
Dalam aksinya, massa HMI membawa spanduk bertuliskan ‘Refleksi HUT Banten ke-24, Berani Bersuara Lawan Politik Dinasti!’ yang menjadi simbol perlawanan mereka terhadap praktik politik dinasti yang masih kuat di Banten. Mahasiswa menilai bahwa politik dinasti mengakibatkan ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan membatasi partisipasi politik yang lebih luas dari masyarakat.
“Praktik politik dinasti hanya memperparah ketidakadilan dan menciptakan kesenjangan sosial di Banten. Ini saatnya kita melawan politik dinasti untuk menciptakan pemerintahan yang lebih adil dan berintegritas,” lanjut Habiel.
HMI Cabang Serang juga menekankan perlunya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyongsong Pilkada serentak 2024, serta menyerukan penghapusan praktik money politics dan rangkap jabatan yang kerap mencoreng proses demokrasi di provinsi ini.
“Aparatur negara harus netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Praktik money politics juga harus diberantas karena hanya akan merusak tatanan demokrasi kita,” tegasnya.
Aksi HMI Cabang Serang ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan aktivis yang turut hadir dalam demonstrasi tersebut. Mereka sepakat bahwa refleksi 24 tahun Provinsi Banten harus menjadi momen bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan Banten yang lebih sejahtera, adil, dan mandiri.
“Kami tidak ingin HUT Banten hanya menjadi ritual tahunan. Ini saatnya bagi kita semua, terutama kaum muda, untuk berperan aktif dalam membangun Banten yang lebih baik di masa depan,” pungkas Habiel.
Aksi demonstrasi ini diakhiri dengan doa bersama, sebagai simbol harapan untuk kemajuan Banten di masa depan, dengan pemerintahan yang lebih bersih dari praktik-praktik kotor seperti politik dinasti dan money politics. (NVR)
