JAKARTA, AKURATNEWS. co – Rumah anggota DPR sekaligus politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk ratusan massa, Sabtu (30/8) sore.
Aksi ini merupakan buntut dari pernyataannya yang menuai kecaman publik terkait isu kenaikan tunjangan anggota DPR dan pernyataannya yang menyebut orang yang ingin membubarkan DPR adalah tolol.
Massa mulai berdatangan sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan sepeda motor. Mereka memasuki Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok dan langsung menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah berwarna putih berpagar hitam milik Sahroni.
Rumah Sahroni sendiri awalnya tertutup rapat pagar tinggi yang terkunci dan hanya satu unit mobil terparkir di halaman. Seorang pria terlihat berjaga di area parkir.

Massa sempat berorasi singkat sambil meneriakkan kritik terhadap Sahroni dan berlanjut pada upaya masuk paksa ke dalam rumah.
Gelombang massa pertama merangsek masuk ke halaman rumah. Tak butuh waktu lama, pintu rumah berhasil dijebol, dan penjarahan pun dimulai.
Beberapa orang pertama yang masuk terlihat menggasak apa saja yang bisa dijangkau, mulai dari perabot rumah tangga, helm, baju, potongan besi hingga barang-barang lain yang berada di area teras dan lantai satu.
Aksi ini memicu massa lain yang baru tiba untuk ikut serta. Kerumunan massa lainnya pun segera menyusul masuk.
Massa juga merusak mobil listrik Lexus RX 450h+ seharga Rp1,87 miliar yang terparkir di halaman.
Kerumunan massa yang masih di luar pun melempari kediaman Sahroni dengan batu serta benda keras lainnya.
Barang-barang di ruangan dalam dan lantai dua rumah Sahroni tampak ludes dijarah massa.
Tak ada pihak kepolisian yang tampak untuk menghalau massa. Hanya ada sejumlah anggota TNI yang akhirnya tak mampu juga membendung ratusan massa yang terus merangsek ke rumah Sahroni.
Warga sekitar pun juga hanya tampak melihat aksi massa yang mayoritas bukan warga setempat. Warga sekitar rumah Sahroni hanya meminta tidak membakar rumah karena dikhawatirkan akan merembet ke rumah warga lainnya mengingat kawasan ini sangat padat dan rumah saling berdempetan.
Aksi ini sendiri dipicu ucapan Sahroni pada Jumat (22/8) lalu saat kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara. Menanggapi desakan publik agar DPR dibubarkan usai mencuat isu kenaikan tunjangan, Sahroni menyebut hal itu sebagai “mental orang tertolol sedunia.”
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ucap Sahroni saat itu.
Pernyataan tersebut dengan cepat viral di media sosial dan menuai kritik tajam dari masyarakat sipil, aktivis antikorupsi, hingga sejumlah pengamat politik. Mereka menilai komentar Sahroni arogan dan tidak mencerminkan sikap wakil rakyat.
Tak lama setelah kontroversi itu, Sahroni resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan kini hanya berstatus sebagai anggota. Pencopotan ini disebut-sebut sebagai bentuk respons Partai NasDem terhadap gelombang kritik yang semakin membesar.
Namun, langkah tersebut belum mampi meredam kekecewaan publik. Aksi massa di rumahnya menjadi sinyal bahwa kemarahan masyarakat masih tinggi terhadap elit politik yang dianggap tak peka dan lemah dalam hal public speaking di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit. (NVR)
