JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sengkarut persiapan KONI Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 disoroti pengurus cabang olahraga anggotanya.
Salah satunya datang dari Pengurus Cabang Olahraga (cabor) Taekwondo yakni Pengprov TI Jateng yang mengklaim pengelolaan anggaran tidak transparan.
Ketua Pengprov TI Jateng, Alex Harijanto menyebut, hingga saat ini masalah dana Pelatda dinilai tidak transparan dan terkesan, KONI Jateng hanya sekadar ‘omon-omon’ (omong-omong) saja dan hanya melontarkan janji-janji belaka.
Menurut pria yang akrab disapa Master Alex itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi Jateng patut mengaudit ulang penggunaan dana hibah KONI Jateng tahun 2023. Terutama dana yang disalurkan untuk cabang olahraga.
“Model ini dilakukan KONI Jateng dalam penyaluran dana ke sejumlah cabor. Pengurus cabor tidak berani mengungkapkan masalah ini karena sebagian besar mereka masuk jajaran pengurus KONI Jateng,” ungkap Alex.
Menurutnya, sistem penyaluran dana hibah ke cabor yang tidak transparan membuat prestasi Jateng merosot tajam pada PON Papua 2021 lalu.
Apalagi, Alex mendapat informasi dari internal KONI Jateng bahwa dana hibah menyisakan silpa hingga Rp5 miliar lebih dari dana hibah tahun lalu sebesar Rp85 miliar.
“Kalau benar ada dana silpa, berarti manajemen keuangan di KONI Jateng untuk pembinaan olahraga sangat buruk,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/4).
Ia pun sangat kecewa lantaran cabor yang dibidaninya harus mengeluarkan anggaran sendiri untuk membiayai Pelatda. Tak tanggung-tanggung dana Rp1,2 miliar digelontorkan. Tapi, tidak diganti penuh KONI Jateng.
“KONI Jateng bilangnya mau diselesaikan, tapi sejauh ini cuma omongan saja, tidak terbukti,” tukas Alex.
Ketika diajukan pengajuan penggantian anggaran, KONI Jateng menampik memenuhinya. Padahal RAB yang diminta KONI Jateng telah diberikan dan sesuai kebutuhan Pelatda cabor Taekwondo.
“Padahal Taekwondo salah satu cabo utama Jateng. Walaupun cair, tidak seberapa jumlahnya, kebutuhan pembinaan jauh lebih besar,” kata Alex.

Pria yang mengantar Tekwondoin Indonesia meraih satu perak dan tiga perunggu di Olimpiade Barcelona 1992 itu makin kecewa ketika dana silpa KONI Jateng digunakan untuk character building atlet dan pelatih Jawa Tengah di PON XXI Aceh-Sumut.
Tercatat sekitar 500 atlet Pelatda Jateng dari 52 cabang olahraga mengikuti acara pembukaan di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Magelang pada Selasa (27/2).
“Seharusnya dituntaskan dulu anggaran yang telah kami keluarkan sebelumnya. Character building pun tiap cabor berbeda tergantung tingkat kebutuhannya,” tandasnya.
Alex menyebut, anggaran pembinaan mandiri yang telah dikeluarkan untuk Pelatda dan persiapan Pra PON 2024 diganti sesuai jumlah total pengeluaran biaya.
“Kami sejujurnya kecewa dengan kegagalan demi kegagalan dalam beberapa ajang sebelumnya, terutama PON Papua 2021. Tentu, tidak ingin hasilnya mengecewakan lagi. Apalagi target PON Aceh-Sumut 10 medali emas. Kita harapkan jajaran pengurus terbuka dan transparan dalam pengelolaan anggaran,” pungkasnya. (NVR)
