JAKARTA, AKURATNEWS.co – Baru-baru ini, film ‘Eksil’ menyabet Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2023 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik. Film yang memotret pengakuan jujur sejumlah penyintas (eksil) yang tak bisa kembali ke tanah air imbas peristiwa G30S/PKI.
Film ini menggambarkan kepedihan para eksil yang akhirnya memilih berpindah kewarganegaraan, namun tetap berhati Indonesia.
“Pembuatan film ini panjang dan lama sekali. Untuk bertemu dengan mereka (para eksil) tidak gampang. Saya dari 2013 sampai 2015 melakukan proses pembuatan film ini. Di tengah perjalanan itu ada narasumber yang sudah meninggal. Saya nekat membawa tim saya ke Eropa selama tiga bulan untuk mengambil dan wawancara mereka semua yang ada di film ini,” terang Lola usai pemutaran film ini guna aksi solidaritas untuk Palestina di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (7/12).
Dan tak cukup sampai disitu, penyelesaian film ini pun tertunda cukup lama karena banyak proses yang harus dijalankan.
“Film ini bukan untuk yang mengerti soal 65 (peristiwa G30S/PKI). Tapi ini untuk generasi saya dan di bawah saya yang tiap tahun dicekoki film G30S/PKI. Mereka juga harus tahu dari sisi sebelahnya. Dan ini yang bicara orangnya langsung yang dibuang nggak boleh pulang. Mereka punya cerita yang jujur tentang itu,” urai Lola.
Film berdurasi 119 menit ini diharapkan bisa tayang di jaringan XXI atau bioskop lainnya secepatnya agar juga bisa disaksikan masyarakat luas.
Di gelaran nonton bersama film ini untuk solidaritas bagi Palestina, penggalangan dana dilakukan dengan cara membeli tiket dan terkumpul Rp41 juta yang langsung masuk ke rekening resmi Bank Mandiri milik Embassy of The State of Palestine.
“Untuk malam ini total yang dibacakan tadi di angka 41 juta. Tapi masih terus berjalan dan tidak berhenti disini. Terpenting bagi kita, mereka sudah mau berdonasi. Bersukur sekali, banyak yang antusias untuk berdonasi membantu saudara-saudara kita di Palestrina. Saya pribadi prihatin dengan banyaknya korban akibat perang ini. Banyak korban wanita dan anak-anak sampai bayi yang meninggal dunia akibat perang ini. Saya melihatnya ini pembunuhan terhadap bayi-bayi seperti ingin menghilangkan generasi di Palestina,” kata Lola. (NVR)
