JAKARTA, AKURATNEWS.co – Hasil survey terbaru yang dirilis Indo Riset pada Senin, 25 September 2023 menunjukkan peningkatan elektabilitas capred Koalisi Perubahan, Anies Baswedan terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dalam konteks ini, dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipandang memberikan dampak signifikan, mengingat PKB memiliki basis massa Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat di kedua provinsi tersebut.
Melihat hal itu, mantan Ketua KPU Jawa Tengah periode 2013-2018, Joko Purnomo menjelaskan bahwa PKB, meskipun mungkin tidak secara eksplisit, merupakan perwakilan dari organisasi massa terbesar di Indonesia, yaitu NU. Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa sebagian besar konstituen PKB dapat dianggap sebagai anggota NU.
“Dengan kehadiran Cak Imin dan PKB, pasangan AMIN akan menerima dukungan yang signifikan, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dukungan dari PKB memiliki dampak besar dalam meningkatkan suara dan potensi kemenangan pasangan Anies dan Cak Imin,” ujar Joko Purnomo.
Meskipun demikian, Joko mengingatkan bahwa survey hanyalah salah satu alat untuk menilai elektabilitas calon. Beberapa survey sebelumnya juga terbukti tidak akurat dalam memprediksi hasil pemilihan. Sebagai contoh, dia merujuk pada Pilgub Jawa Tengah 2018, dimana pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah yang tidak pernah diunggulkan berhasil meraih 41,2 persen suara, jauh melebihi ekspektasi.
Joko meyakini masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menjadi lebih rasional dalam menentukan pilihan politik mereka. Dia menunjukkan bahwa hasil pemilihan di kedua provinsi tersebut tidak didominasi satu partai tertentu.
Terlepas dari persaingan politik, Joko Purnomo menekankan pentingnya tiga indikator dalam memilih pemimpin, yaitu visi-gagasan, kinerja dalam mengimplementasikan gagasan, dan rekam jejak prestasi calon pemimpin.
Seperti diketahui, survey Indo Riset yang dilakukan pada 11-18 September 2023 menunjukkan peningkatan elektabilitas Anies Baswedan dari 22 persen pada Agustus 2023 menjadi 25,2 persen pada September 2023.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keikutsertaan PKB dalam Koalisi Perubahan, pertumbuhan dukungan pemilih di beberapa wilayah, dan dukungan dari partai-partai koalisi seperti Nasdem, PKS, dan PKB kepada Anies Baswedan. (NVR)
