JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tepat pada 17 Oktober 2025, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto, dua organisasi masyarakat pendukung setia, Gerakan Cinta Prabowo (GCP) dan Gerakan Asta Cita Nasional (GAN) memberikan ‘kado politik’ istimewa untuk kepala negara lewat Forum Dialog Nasional bertajuk Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto.

Acara ini digelar sebagai bentuk dukungan moral sekaligus penguatan komitmen dalam mengawal arah pembangunan nasional dan agenda prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi ikon kebijakan sosial tahun pertama pemerintahan.

“Kita akan gelar kegiatan bersama, mulai dari seminar refleksi satu tahun hingga kegiatan lain yang masih kami rahasiakan. Intinya, kami ingin meneguhkan komitmen bahwa kami tidak akan pernah membiarkan Pak Prabowo berjuang sendirian,” ujar H. Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo di Jakarta, Jumat (17/10).

Acara ini merupakan rangkaian dari Apel Kebangsaan Prabowo yang digelar pada 19 September lalu dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan intelektual lintas bidang, salah satunya Rocky Gerung.

Dalam kesempatan ini, Kurniawan menjelaskan jika baru 365 hari pemerintahan Prabowo, tapi gebrakannya sudah terasa.

“Program pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah contoh nyata komitmen beliau menyejahterakan rakyat dari akar rumput,” ujar Kurniawan.

Dalam satu tahun perjalanannya, program MBG menjadi salah satu kebijakan paling menonjol sekaligus menuai perhatian publik.

Kurniawan menyebut bahwa meski program ini masih dalam tahap penyempurnaan, niat tulus Prabowo patut diapresiasi.

“Masalah sarapan sering jadi beban bagi masyarakat miskin. Prabowo punya niat mulia untuk menjamin setiap anak Indonesia mendapat gizi yang layak. Tapi tentu, sehebat apa pun niatnya, pelaksanaan di lapangan perlu dukungan dan pengawasan ketat agar tidak diselewengkan,” ujarnya.

Kurniawan juga mengakui adanya sejumlah kasus keracunan makanan dan dugaan penyimpangan dalam distribusi, yang kini tengah dievaluasi pemerintah.

“Kami sudah menyampaikan evaluasi itu langsung ke tim internal dan pengelola MBG di daerah. Ke depan, mekanismenya akan diperbaiki agar lebih higienis, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Menurutnya, pelaksanaan MBG bukan hanya soal memberi makanan, tapi juga uji komitmen moral terhadap integritas pelaksana program.

“Kita dorong Presiden Prabowo untuk bersih-bersih dari koruptor di segala lini. Kalau urusan makan anak bangsa saja bisa dikorupsi, itu dosa sosial dan politik yang besar,” tegasnya.

Dalam refleksi setahun ini, para relawan menilai kepemimpinan Prabowo telah menunjukkan arah perubahan yang tegas dan berani. Dari program MBG, pemberantasan mafia tanah, hingga pembukaan kembali kasus-kasus besar korupsi. Semuanya disebut sebagai “langkah awal revolusi moral pemerintahan”.

“Dalam waktu 365 hari, sudah lebih dari 80 kasus korupsi diungkap, dan jutaan hektar tanah negara berhasil dikembalikan. Ini pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi,” ucap Kurniawan lagi.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang.

“Brasil butuh 17 tahun untuk menata ulang sistem pangan nasionalnya. Indonesia baru satu tahun. Jadi butuh waktu, tapi kita yakin dengan dukungan rakyat, Prabowo sanggup menuntaskan agenda besar bangsa ini,” katanya.

Forum dialog ini juga mempertegas lima seruan politik yang sebelumnya disampaikan para relawan:

  1. Menunjukkan kepada rakyat bahwa pendukung Prabowo tetap solid.
  2. Mendorong Presiden untuk tegas menegakkan dasar negara dalam kebijakan.
  3. Mendesak penyegaran kabinet dengan mengganti pembantu yang tidak loyal.
  4. Mendorong Presiden lebih sering turun ke daerah untuk memahami kondisi riil masyarakat.
  5. Menyerukan seluruh relawan merapatkan barisan menghadapi manuver politik lawan.

“Prabowo tidak boleh berjuang sendiri. Kami akan terus menjadi barisan pelindung rakyat dan penjaga moral kekuasaan,” ujar Kurniawan.

Di ajang ini, GCP dan GAN menyatakan akan terus mendukung Prabowo hingga akhir masa jabatannya, bahkan hingga 2034 jika rakyat kembali memberikan mandat.

“Kami tahu risikonya besar, tapi kami tidak takut. Prabowo tidak sendiri, di belakangnya ada jutaan rakyat yang percaya bahwa Indonesia akan lebih kuat, lebih sejahtera, dan lebih berdaulat,” tutup Kurniawan. (NVR)

By editor2