SLEMAN-YOGYAKARTA, AKURATNEWSS.co – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi telah mengeluarkan dua kali guguran lava pijar ke arah barat daya sejauh maksimal 1.800 meter (1,8 km), mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, pada Hari Kamis (14/07)
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan,
“Selama periode pengamatan itu, Merapi juga mengalami 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-15 milimeter (mm) selama 25.9-131.8 detik dan dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-4 mm selama 23.3-42.8 detik. Angin bertiup lemah ke arah barat, suhu udara 14-21 derajat Celcius dengan kelembaban udara 68-95 persen, dan tekanan udara 627-686 mmHg. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-75 meter di atas puncak kawah,” katanya.
Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer) sehingga masyarakat dilarang mendekati daerah potensi bencanatersebut./Ard.
