JAKARTA, AKURATNEWS.co – Anak dari tokoh politik Amien Rais, Hanum Rais melayangkan surat terbuka yang menyindir gaya hidup mewah yang dipamerkan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep dan istrinya Erina Gudono yang diduga menyewa jet pribadi untuk pergi ke Amerika Serikat (AS) di tengah gejolak yang tengah terjadi di tanah air.
Hanum menilai gaya hidup Kaesang dan Erina yang tengah berada di AS sangat tidak peka terhadap kondisi rakyat Indonesia yang sedang mengalami berbagai kesulitan.
Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Hanum menggambarkan penderitaan yang kini tengah dialami masyarakat Indonesia. Ia menyebut banyak pasangan muda yang kesulitan untuk menikah karena keterbatasan biaya, serta perjuangan rakyat yang harus bekerja keras hanya untuk mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) agar bisa memiliki rumah sederhana.
Hanum juga menyoroti nasib para ibu hamil yang bahkan kesulitan membeli kebutuhan dasar seperti asam folat, yang sangat penting selama masa kehamilan.
“Ada yang hamil seperti Mba Erina, namun jangankan beli stroller, atau naik private jet untuk babymoon, beli asam folat seharga 10 ribu saja dia gak mampu,” tulis Hanum dalam unggahannya.
Selain itu, Hanum juga mengkritik pemerintahan yang menurutnya telah mengabaikan hukum dan nurani rakyat. Ia menyindir peran ayah dari Erina dan para pejabat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dianggapnya terlibat dalam berbagai pelanggaran hukum.
“Hari ini kami bergerak, karena nurani kami dijadikan kain pel, hukum dicabik-cabik oleh Bapak Anda dan antek-anteknya di DPR,” ungkap Hanum dengan tajam.
Hanum menutup kritikannya dengan peringatan keras kepada pemerintah dan para pejabat terkait.
“Sungguh rakyat Indonesia terluka. Kami tandai!” tegasnya, menekankan bahwa rakyat tidak akan melupakan tindakan tersebut!”.
Pernyataan Hanum ini pun memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat, baik yang mendukung maupun yang mengecam. Di satu sisi, banyak yang setuju dengan kritik Hanum, menilai bahwa para pejabat dan keluarganya seharusnya lebih peka terhadap kesulitan rakyat. Namun, ada juga yang menilai bahwa kritik tersebut terlalu personal dan tidak konstruktif. (NVR)
