JAKARTA, AKURATNEWS.co – Belakangan ini beredar kabar jika kondisi kesehatan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang yang juga Calon Presiden (Capres) nomor urut dua ini tengah menurun.

Terkait kabar itu, Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid buka suara. Pria yang juga mantan Anggota Tim Mawar itu mengatakan, isu Prabowo jatuh sakit dan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto itu adalah berita bohong alias hoaks dan tidak mendasar.

”Nyatanya Pak Prabowo tidak sakit, beliau sehat walafiat dan masih tetap keliling. Bahkan dari (pihak) rumah sakit pun membantah bahwa tidak ada pasien yang namanya Prabowo Subianto,” ungkap Fauka di Jakarta, Minggu (4/2).

Fauka melanjutkan, ia menduga ada pihak-pihak yang sengaja menghembuskan isu  Prabowo sakit. Hal tersebut dilakukan untuk menggemboskan suara. Namun, menurutnya, isu tersebut tidak efektif, terbukti elektabilitas pasangan dari Gibran Rakabuming Raka ini semakin tinggi.

“(Ini) langkah-langkah yang tidak sportif, langkah-langkah yang tidak fair seharusnya mereka bertarung visi misi saja yang harus mereka sampaikan untuk bagaimana merebut hati rakyat. Mereka sudah melakukan hinaan-hinaan kepada Pak Prabowo, melakukan sentimen negatif pada Pak Prabowo tapi justru suara atau elektabilitasnya semakin hari semakin naik,” ujar Fauka.

“Masyarakat sudah tidak lagi bisa dibohongin. Masyarakat sudah dewasa mereka sudah paham mereka nggak bisa lagi diberikan berita-berita bohongan,” sambungnya.

Fauka sendiri memuji Prabowo sebagai capres yang ideal. Menurutnya, mantan atasannya itu memiliki segudang pengalaman yang menjadikan dirinya layak memimpin Indonesia saat ini terutama isu pertahanan nasional yang menjadi kekuatan Prabowo selama ini.

“Memilih paslon ini menentukan 5-10 tahun yang akan datang ,15 tahun yang akan datang kalau kita salah memilih pemimpin negara kita akan semakin mundur kita sudah bagus ini paslon yang memang memiliki Apa strategi Hankam yang bagus,” kata Fauka.

Adapun menurut Fauka pertahanan nasional tidak hanya sekedar kelengkapan alutsista, tapi juga lebih luas lagi.

“Prabowo yang paham soal ekonomi, paham regional, paham tentang ketahanan pangan, dan paham tentang budaya. Ini yang akan menjadikan negara kita dihormati negara lain,” ungkapnya.

Menjelang masa tenang Pemilu 2024, Fauka juga berpesan agar siapa saja untuk stop melakukan framing yang tidak baik, termasuk bagi para oknum yang mengaku ulama.

Menurutnya, ulama yang memiliki ilmu tidak akan menyebarkan kebencian dan penghinaan kepada capres manapun.

”Saya mengimbau ulama para, habib, kyai bicaralah apa yang sesuai dengan ilmu kalian jadilah pohon beringin sebagai peneduh jangan menjadi api. Apa yang diajarkan itu yang harus kalian pedomankan. Jangan Anda mengajarkan tentang sopan santun tidak boleh mencaci-maki, budi pekerti tapi karena Pilpres karena politik kalian lupa lupa dengan ilmu lupa dengan gelar itu saja,” tutupnya. (NVR)

By Editor1