ROMA, AKURATNEWS.co – Italia menyatakan kesiapannya mengirim pasukan militernya guna mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam upaya mendirikan negara Palestina yang merdeka.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, sebagai bagian dari dukungan terhadap proses perdamaian di Timur Tengah yang kian memanas akibat konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Tajani menyebutkan bahwa kehadiran pasukan Italia di Palestina akan dilakukan dalam misi PBB yang dipimpin negara Arab, dengan otoritas Palestina memegang kendali.

“Kami siap mengirim pasukan bersama PBB untuk mendirikan negara Palestina yang diakui oleh Israel dan sebaliknya,” ujar Tajani dalam wawancara dengan surat kabar Avvenire, seperti dilansir oleh Anadolu Agency.

Langkah Italia ini muncul di tengah situasi yang semakin genting di Timur Tengah, khususnya di Gaza dan Lebanon. Eskalasi konflik dimulai dari serangan Israel ke Jalur Gaza, yang kini meluas dengan gempuran militer ke wilayah Lebanon sebagai respons terhadap pertempuran dengan Hizbullah. Serangan Israel di Beirut bahkan telah menewaskan pemimpin tertinggi Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, yang memicu kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

“Kami bekerja keras untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan Lebanon, namun sayangnya risiko peningkatan ketegangan masih ada,” ujar Tajani.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Italia terus berupaya melalui jalur diplomasi, sembari memastikan keselamatan warga negaranya di wilayah tersebut. “Kami memantau situasi dengan cermat dan siap mengevakuasi warga kami jika diperlukan,” tegasnya.

Selain berfokus pada krisis di Lebanon dan Gaza, Italia juga menunjukkan dukungan terhadap Palestina di panggung internasional pada Rabu (18/9).

Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang mendesak Israel untuk mengakhiri pendudukan ilegal di Palestina dalam waktu 12 bulan. Resolusi ini, yang didukung oleh 124 negara, menyerukan agar Israel memberikan ganti rugi kepada Palestina atas kerusakan yang ditimbulkan akibat pendudukan.

Meski Italia termasuk negara yang abstain dalam voting resolusi ini, negara tersebut tetap mendukung upaya perdamaian di Palestina. “Kami mendukung perdamaian, namun situasinya sangat kompleks,” ujar Tajani.

Resolusi PBB ini, meski tidak mengikat secara hukum, mencerminkan meningkatnya dukungan internasional bagi Palestina, terutama dalam menolak pendudukan ilegal Israel. Italia, yang juga merupakan salah satu pemasok senjata utama bagi Israel, berada dalam posisi yang rumit. Negara ini terus mencari keseimbangan antara mendukung sekutunya, Israel, dan dorongan untuk perdamaian yang lebih luas di kawasan tersebut.

Sementara itu, langkah Italia untuk menawarkan kontribusi militer dalam mendukung pendirian negara Palestina menunjukkan komitmen baru dalam upaya diplomatik global di Timur Tengah.

Dalam konteks ini, Tajani memastikan bahwa Italia akan terus berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, Lebanon, dan Iran, guna meredakan ketegangan dan mendorong perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut. (NVR)

By Editor1