SEMARANG, AKURATNEWS.co – Suasana Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, tampak berbeda pada Sabtu–Minggu (13–14/9).
Deru ombak yang biasanya menyapu garis pantai kini disambut semangat 37 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) yang turun langsung melakukan aksi nyata dalam kegiatan “Teknik Peduli Lingkungan 2025: Sustainable Action!”.
Dengan mengenakan seragam lapangan dan sepatu bot, para mahasiswa bahu-membahu membersihkan sampah, memasang plang peduli lingkungan, dan yang paling monumental, menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir.
Aksi ini digagas Divisi Lingkungan Hidup Bidang Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Teknik UNDIP, bekerja sama dengan Dinas Perikanan, kelompok masyarakat, serta warga sekitar.
Kegiatan turut didampingi oleh Anwar Nuardi, Ketua Kelompok KENARI (Kelompok Ngebruk Lestari), serta Munhamir dari KMPL (Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan) yang juga mengelola Pondok Belajar Mangrove Mangunharjo.
“Sekarang gempar yang namanya pemanasan global. Mangrove bisa menyerap karbon lima kali lebih banyak daripada hutan daratan. Mangrove juga bisa mengatasi abrasi, menjadi ekosistem biota, dan akarnya memperkuat tambak agar tidak jebol diterjang ombak,” ujar Anwar Nuardi penuh keyakinan.
Pantai Mangunharjo selama ini dikenal rawan abrasi, dengan laju kehilangan lahan mencapai lebih dari 10 meter per tahun.
Dampaknya bukan main, permukiman terancam hilang, lahan produktif berkurang, hasil perikanan terganggu, hingga potensi wisata pesisir melemah.
Bagi mahasiswa UNDIP, kondisi ini adalah tantangan nyata yang harus dijawab. Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi bagian dari upaya rehabilitasi pesisir sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Aksi peduli lingkungan ini sekaligus membuktikan bahwa peran generasi muda bukan sekadar wacana.
Melalui kolaborasi lintas pihak, mahasiswa UNDIP berhasil mengintegrasikan kegiatan mereka dengan agenda global: mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem Lautan), 15 (Ekosistem Daratan), hingga 17 (Kemitraan).
Bagi warga sekitar, aksi ini menghadirkan harapan baru. Mangrove yang tumbuh nantinya akan menjadi benteng alami dari abrasi sekaligus sumber kehidupan bagi ekosistem laut.
Di tengah ancaman perubahan iklim, mahasiswa Teknik UNDIP membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten bisa membawa dampak besar.
Mereka tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan pesisir Semarang. (NVR)
