JAKARTA, AKURATNEWS.co – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan besar dalam Kabinet Merah Putih. Enam pos kementerian strategis diganti, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Polhukam Budi Gunawan.
Keputusan reshuffle diumumkan Menteri Sekretaris Kabinet, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin (8/9).
“Setelah mempertimbangkan masukan berbagai pihak serta hasil evaluasi menyeluruh, Bapak Presiden memutuskan melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih untuk memperkuat kinerja pemerintahan,” ujar Prasetyo.
Berikut daftar menteri yang diganti:
-
Budi Gunawan – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan
-
Sri Mulyani – Menteri Keuangan
-
Abdul Kadir Karding – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
-
Budi Ari Setiadi – Menteri Koperasi dan UKM
-
Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga
-
Menteri baru untuk Kementerian Haji dan Umrah yang resmi dibentuk pada periode ini.
Dalam acara pelantikan di Istana, Presiden Prabowo melantik sejumlah nama baru yang dinilai akan menjadi wajah segar Kabinet Merah Putih:
-
Menko Polhukam sementara dijabat Menhan Sjafrie Sjamsudin
-
Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
-
Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
-
Fery Juliantoro sebagai Menteri Koperasi dan UKM
-
Muhammad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dan Dahnil Azhar Simanjuntak debagai Wamen Haji dan Umrah.
- Jabatan Menpora belum diumumkan penggantinya.
Prediksi Arah Pemerintahan
Reshuffle ini diperkirakan akan membawa beberapa konsekuensi ke depan:
-
Fokus Fiskal Baru – Dengan ditunjukknya Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu, arah kebijakan fiskal kemungkinan lebih ekspansif untuk mendukung program Asta Cita Prabowo, terutama swasembada pangan dan pertahanan.
-
Masuknya Fery Juliantoro memperkuat koalisi besar pemerintahan yang sekaligus membuka peluang regenerasi kepemimpinan politik nasional.
-
Perhatian pada Isu Keagamaan – Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan fokus Presiden Prabowo pada isu pelayanan jamaah serta upaya memperluas diplomasi dengan Timur Tengah.
-
Penguatan Stabilitas – Menko Polhukam yang baru diyakini menjadi sosok penyeimbang di tengah dinamika keamanan dalam negeri pasca demo ricuh. (NVR)
