LOMBOK TENGAH, NTB, AKURATNEWS.co – Mujadid (pembaru) muda telah lahir di abad kedua Nahdlatul Ulama (NU). Mutiara terpendam itu kini muncul ke permukaan akan mengayomi semua pihak (membawa pencerahan).

Pernyataan tersebut disampaikan Tuan Guru Haji (TGH) Maarif Makmun Diranse, tokoh dan ulama kharismatik asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tuan Guru Maarif, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah, menyatakan hal tersebut saat Pengasuh Ponpes API Salafi KH Muhammad Yusuf Chudlori bersilaturrahim di Pondok Pesantren Manhalul Maarif di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, pekan lalu 9 Juli 2026 tepat Gus Yusuf Ulang Tahun ke-53. Ikut hadir Ketua Tanfidziyyah PCNU Lombok Timur H Lalu Fatkhul Bahri.

Menurut TGH Maarif, mujadid itu ada dalam hadits Nabi. Di dalam tradisi Islam setiap 100 tahun (satu abad) akan muncul mujadid. Contohnya di dalam Islam mujadid itu Imam Syafii, Imam Ghazali, sampai terakhir Imam Suyuti.

“Nah, NU ini, kan, bagian dari Islam yang meneruskan tradisi Islam aliran Ahlussunnah wal Jamaah. Sekarang baru mencapai satu abad dan memasuki abad kedua, pasti ada mujadid-nya itu. Lha kemarin belum tampak. Kenapa belum nampak? Mungkin karena banyak orang ambisi,” katanya

Dikatakan TGH Maarif, kemudian saya kenal beliau ini sebelumnya tidak secara langsung. Saya buka biodatanya. Saya merenung.

“Dan alhamdulillah wa syukrulillah hari ini ketemu. Dan saya bilang haqqul yakin saya menemukan mujadid ini. Beliau Muhammad Yusuf Chudlori akan menjadi mujadid NU abad kedua,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, seperti Gus Iqdam itu mutiara terpendam. Begitu juga mutiara itu Gus Yusuf Chudlori. Beliau sudah cukup lama menjadi mutiara tetapi tidak mau menampakkan diri.

“Mutiara ya tetap mutiara. Setelah mutiara itu nanti digosok lalu dipakai di tangan pasti akan elok dipakainya. (Artinya) orangnya nanti akan mengayomi semua pihak. Amin,” pungkasnya./Teg.

By Editor1