JAKARTA, AKURATNEWS.co – Mendengkur yang umumnya hanya dianggap kebiasaan buruk saat tidur tidak boleh dipandang sepele karena terkadang bisa menjadi tanda adanya penyakit berbahaya.

Tidak hanya itu, mendengkur juga dapat menimbulkan berbagai keluhan lainnya, seperti sulit konsentrasi, mudah lupa, sering mengantuk, dan sering lalai saat bekerja dan beraktivitas.

Untuk menentukan penyebab dan mengatasi keluhan mendengkur, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan Pusat Terpadu Penanganan Sinus dan Dengkuran yang diluncurkan pada Sabtu (4/10).

Kehadiran pusat yang lahir dari kolaborasi strategis antara RS Mandaya Royal Puri dan Ultrastructural Biophysics Research Institute (UBRI) – sebuah lembaga riset medis dari Italia, menjadi wujud komitmen Mandaya dalam memberikan solusi medis modern dan minimal invasif bagi pasien dengan gangguan dengkuran.

Pusat ini memperkenalkan Quantum Molecular Resonance (QMR) untuk membantu pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) bernapas lebih lega hanya dengan tindakan cepat. OSA adalah gangguan tidur yang kerap menyebabkan penderitanya mendengkur atau ngorok ketika tidur.

QMR memanfaatkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk mengecilkan jaringan berlebih penyebab sumbatan saluran napas. Teknologi ini bekerja secara presisi tanpa merusak sel sehat di sekitarnya, sehingga rasa sakit dan trauma jaringan dapat diminimalisir.

Kehadiran QMR didukung didukung oleh dokter spesialis THT berpengalaman, dr. Abdillah Hasbi, Sp.THT-BKL, MPH. Ia dikirim oleh Mandaya untuk menjalani pelatihan intensif langsung di Italia bersama Prof. Lino Di Rienzo Businco, pakar THT internasional yang pernah menangani tokoh dunia seperti penyanyi Andrea Bocelli dan legenda sepak bola Francesco Totti.

Selain Quantum Molecular Resonance (QMR), pusat ini juga memperkenalkan balloon sinuplasty mengatasi sinusitis kronis tanpa operasi besar dan plasma coblation sebagai penanganan radang amandel.

“Banyak pasien selama ini menunda pengobatan karena takut operasi besar. Dengan hadirnya teknologi plasma coblation minimal invasif di Mandaya, kekhawatiran itu akan sirna. Karena prosedur ini cepat hanya 15 menit, bahkan tidak memerlukan tampon karena minim perdarahan,” ungkap Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.

Kehadiran teknologi-teknologi ini menurut Erwin, adalah wujud komitmen Mandaya dalam memberikan solusi medis modern bagi pasien. Sekaligus semakin mengukuhkan posisi Mandaya sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk layanan THT dan gangguan tidur.

“Sinusitis kronis, radang amandel, hingga Obstructive Sleep Apnea kini bisa ditangani tanpa operasi besar, dengan metode yang lebih efektif dan nyaman,” ujar Erwin.

Acara peluncuran teknologi-teknologi modern Mandaya turut dihadiri oleh sejumlah dokter spesialis THT RS Mandaya Royal Puri, antara lain dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-BKL, MPH, dr. Dewi Lizanty, M.Kes, Sp.THT-BKL, dan Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS.

Keistimewaan acara ini semakin bertambah dengan kehadiran langsung dari pendiri sekaligus pemimpin Centro Businco, Prof. Lino Di Rienzo Businco sebagai narasumber.

Centro Businco merupakan salah satu pusat spesialis THT terbaik di dunia yang berada di Roma, Italia dan telah menangani lebih dari 9.000 pasien.

Lino sendiri pada 2-3 Oktober 2025 turut serta operasi bersama Tim Dokter Pusat THT Mandaya, menerapkan teknik QMR untuk penanganan Turbinate Hypertrophy./Agn.

By Editor1