JAKARTA, AKURATNEWS.co– Rusia melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua super berat RS-28 Sarmat pada 12 Mei 2026 dari Kosmodrom Plesetsk, wilayah Arkhangelsk.

Rudal tersebut dilaporkan mengenai target di tempat uji coba Kura, Semenanjung Kamchatka.

Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan virtual dengan Komandan Pasukan Rudal Strategis Kolonel Jenderal Sergei Karakayev menyebut uji coba berjalan sukses.

Putin menyatakan Sarmat akan mulai ditempatkan dalam tugas tempur pada akhir tahun ini.Klaim Spesifikasi dan KemampuanPutin menyebut Sarmat sebagai “rudal paling kuat di dunia”.

Menurutnya, daya ledak total hulu ledak rudal ini lebih dari empat kali lipat dibanding versi Barat terkuat.

Rudal berbahan bakar cair ini memiliki jangkauan lebih dari 35.000 km dan mampu terbang dalam lintasan balistik maupun suborbital.

Putin juga mengklaim Sarmat mampu menembus semua sistem pertahanan rudal yang ada dan yang akan datang.

NATO memberi kode Sarmat sebagai SS-29 Satan II. Rudal ini dirancang untuk menggantikan R-36M2 Voyevoda era Soviet yang dikenal sebagai SS-18 Satan.

Konteks dan Sejarah Uji Coba Program Sarmat mengalami sejumlah penundaan dan kegagalan uji. Pada September 2024 dilaporkan terjadi ledakan di silo peluncuran Plesetsk yang meninggalkan kawah sedalam 60 meter.

Uji coba lain pada November 2025 juga disebut gagal tak lama setelah lepas landas.

Analis keamanan Barat menilai klaim Putin kadang berlebihan dan bagian dari program modernisasi senjata nuklir yang diumumkan sejak 2018. Namun, uji coba 12 Mei 2026 disebut sebagai peluncuran penuh yang berhasil.

Rusia berencana menempatkan resimen pertama rudal Sarmat di formasi Uzhur, Krai Krasnoyarsk, sebelum akhir 2026. Komandan Karakayev mengatakan penempatan Sarmat akan meningkatkan kemampuan tempur pasukan nuklir darat Rusia secara signifikan.

Pengembangan Sarmat dimulai sejak 2013 untuk menggantikan Voyevoda yang kerja samanya dengan Ukraina terhenti pasca aneksasi Krimea 2014.

Penempatan Sarmat terjadi setelah perjanjian New START antara AS dan Rusia berakhir pada Februari 2026. Tanpa batasan perjanjian, Rusia bisa mengganti Voyevoda dengan Sarmat satu banding satu sekaligus mempertahankan ICBM lainnya./Ib.

By Editor1