CIPUTAT, AKURATNEWS.co – Sedikitnya 43 titik jalan berlubang ditemukan di jalur utama penghubung Ciputat–Jakarta.
Kerusakan yang membentang dari Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Ir Haji Juanda itu bukan sekadar gangguan kenyamanan, tetapi telah berubah menjadi ancaman serta kedaruratan akan keselamatan.
Dalam sepekan terakhir, lima kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi akibat kondisi aspal yang menganga.
Kapolsek Polsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menyebut,hasil pemetaan terbaru menunjukkan skala kerusakan yang cukup mengkhawatirkan.
“Berdasarkan hasil pemetaan total ada 43 titik lubang jalan,” ujar Bambang, Sabtu (14/2).
Dari puluhan titik tersebut, polisi mengidentifikasi dua lokasi yang paling krusial: kawasan flyover Ciputat dan Cimanggis.
Keduanya dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena berada di jalur padat dengan kecepatan kendaraan relatif tinggi.
Insiden terbaru terjadi di flyover Ciputat pada Kamis (5/2). Seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah menghantam lubang di badan jalan.
Beberapa hari sebelumnya, Senin (2/2), kejadian serupa juga terjadi dan sempat viral di media sosial.
“Terbaru dua kecelakaan di flyover Ciputat. Ada dua titik yang sangat krusial dan rawan kecelakaan serta mengancam keselamatan warga,” kata Bambang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lima kecelakaan tersebut menyebabkan pengendara mengalami luka-luka dan kerusakan kendaraan.
Situasi ini memicu keresahan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja atau beraktivitas.
Ruas Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Ir Haji Juanda merupakan urat nadi mobilitas warga Ciputat menuju Jakarta dan sebaliknya.
Setiap pagi dan sore, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat melintas. Dalam kondisi hujan atau malam hari, lubang-lubang tersebut kerap tak terlihat karena tertutup genangan air atau minim pencahayaan.
Kombinasi antara volume kendaraan tinggi dan kondisi jalan yang rusak menciptakan risiko berlapis yakni pengereman mendadak, pengendara oleng menghindari lubang, hingga potensi tabrakan beruntun.
Koordinasi dengan instansi terkait untuk mendorong percepatan perbaikan sejatinya harus segera terealisasi dengan upaya perbaikan. Namun hingga kini, sebagian titik masih belum tertangani secara menyeluruh.
Pengendara pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika hujan turun. Pengendara sepeda motor diminta menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan, sementara pengemudi mobil diingatkan untuk tidak berpindah lajur secara mendadak saat menghindari lubang.
Di sisi lain, warga berharap perbaikan tidak sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali. Dengan 43 titik lubang terpetakan dalam satu jalur utama, persoalan ini dinilai membutuhkan penanganan komprehensif, bukan respons sementara.
Setelah bergelut dengan masalah sampah, Ciputat kini menghadapi ironi: berada di jalur strategis menuju ibukota, tetapi menyimpan lubang-lubang yang bisa menjatuhkan siapa saja.
Jika tak segera ditangani, angka kecelakaan berpotensi bertambah dan korban berikutnya mungkin tak lagi sekadar luka ringan. (NVR)
