JAKARTA, AKURATNEWS.co – Film persahabatan Indonesia -Timor Leste bertajuk ‘Saat Luka Bicara Cinta’ segera memasuki tahap produksi.

Film pembawa pesan rekonsiliasi dan persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste yang diinisiasi Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. (H.C) H. Doni Monardo dan diteruskan oleh Letjen (Purn) Kiki Syahnakri dengan WR Film & Entertainment sebagai rumah produksinya ini mengangkat latar belakang sejarah Timor Timur pada periode 1976–1999.

Walau berlatar belakang konflik, tetapi film tidak akan menampilkan adegan perang atau kekerasan. Sebaliknya, film ini menggambarkan “ledakan kemanusiaan,” yang berfokus pada perjalanan emosional para karakter dalam memahami luka masa lalu dan mencari jalan menuju perdamaian.

CEO Widyaiswara Revolusi Sejati sekaligus pelaksana produksi film, Wahyuni Refi menjelaskan, ‘Saat Luka Bicara Cinta’ bukan hanya sebuah film, tetapi juga simbol semangat rekonsiliasi antara Indonesia dan Timor Leste.

“Film ini adalah sumbangsih bagi kedua negara mewujudkan rekonsiliasi melalui karya yang ikonik. Ini menjadi proyek pertama yang diproduksi bersama Indonesia dan Timor Leste, mengangkat kisah humanis di balik konflik antara dua negara serumpun,” ujar Refi di Jakarta, Rabu (5/2).

Ia menegaskan, film ini tidak akan menyajikan adegan peperangan yang penuh suara tembakan atau korban berjatuhan. Sebaliknya, film ini menyoroti kisah cinta, duka, trauma, serta perjuangan manusia untuk berdamai dengan masa lalu.

Latar cerita film ini terinspirasi dari sejumlah kisah nyata yang terjadi dalam pergulatan konflik Indonesia – Timor Leste. Salah satunya, kisah seorang anak yang ayahnya gugur dalam konflik. Setelah dewasa, ia kembali ke Timor Leste bukan untuk balas dendam, tetapi untuk memahami apa yang terjadi dan melihat berbagai perspektif tentang masa lalu.

“Perjalanan ini membawa pesan penting tentang rekonsiliasi, pengampunan, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ucap Refi.

Salah satu sutradara film ini, Deddy Mizwar memaparkan, film ini berbeda dari film-film berlatar konflik lainnya.

“Ini bukan film perang. Film perang sudah ada, bahkan ada yang baru akan tayang. Tapi film ini tentang drama kemanusiaan yang menyoroti luka dan upaya penyembuhannya,” kata Deddy Mizwar.

‘Saat Luka Bicara Cinta’ dijadwalkan mulai diproduksi pada akhir April 2025 dan direncanakan tayang perdana pada Agustus 2025.

Dengan pendekatan yang lebih humanis, film ini diharapkan dapat mempererat hubungan kedua negara serta mengingatkan bahwa perdamaian adalah jalan terbaik untuk menatap masa depan. (NVR)

By Editor1