TANGERANG, AKURATNEWS.co – Dari balik deretan meja makan, pengurus Himpunan Pedagang Warteg Indonesia (Hipwin) berkumpul menyambut Ketua MPR, Ahmad Muzani, Sabtu (8/11) di Tangerang.
Kunjungan Muzani ini bukan sekadar silaturahmi. Di balik suasana hangat dan gelak tawa khas pedagang warteg, terselip obrolan serius soal masa depan ekonomi rakyat kecil dan program nasional yang kini tengah jadi sorotan.
Ya…program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka yang belakangan ini jadi buah bibir.
Di kesempatan ini, Rojikin, Ketua Umum Hipwin sekaligus pemilik Warteg Indo Bahari menyampaikan aspirasi sederhana namun penuh makna. Pihaknya ingin warteg, ikon kuliner rakyat ini dilibatkan dalam distribusi makanan bergizi gratis.
“Kami dari Himpunan Pedagang Warteg Indonesia yang tersebar se-Jabodetabek ingin turut menyukseskan program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Menurut Rojikin, warteg bukan sekadar tempat makan, tapi juga dapur keseharian masyarakat yang terbukti tangguh.
“Dari dulu, Alhamdulillah, tidak pernah ada pelanggan kami yang keracunan. Kami sudah puluhan tahun memasak untuk orang banyak. Kami percaya diri bisa ikut mendistribusikan MBG sekaligus menambah penghasilan UMKM warteg,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua MPR, Ahmad Muzani mengapresiasi semangat para pedagang warteg. Ia menyebut, pengalaman mereka dalam mengelola makanan untuk masyarakat adalah modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga.
“Warteg punya keunggulan: pengalaman melayani orang banyak, memasak dengan harga terjangkau, dan cita rasa yang sesuai lidah rakyat. Itu bisa jadi nilai tambah dalam program MBG,” ujar Muzani.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa program MBG memiliki standar tinggi terkait kebersihan dan kelayakan dapur.
“MBG melayani jumlah penerima yang sangat besar, jadi harus menggunakan dapur tersendiri dengan standar kebersihan, kualitas air, hingga menu yang ditentukan oleh ahli gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Muzani pun lalu membuka peluang kolaborasi.
“Beberapa warteg bisa dikelompokkan untuk membangun dapur bersama dalam menangani MBG. Program ini menjanjikan dan bisa jadi langkah awal meningkatkan kesejahteraan pedagang warteg,” ujarnya.
Bagi Rojikin dan para anggota Hipwin, peluang itu bukan sekadar soal bisnis, tapi juga bentuk gotong royong dalam gerakan nasional peningkatan gizi.
Ia yakin, keterlibatan pedagang kecil dalam MBG akan membuat program ini lebih dekat dengan masyarakat.
“Warteg itu jantung ekonomi rakyat. Kami ingin ikut memastikan anak-anak bangsa mendapat makanan bergizi setiap hari,” kata Rojikin penuh keyakinan. (NVR)
