JAKARTA, AKURATNEWS.co – Paparan Publik Insidentil digelar PT Meratus Jasa Prima Tbk (MJP) dalam rangka memenuhi kewajiban keterbukaan informasi kepada publik, menyusul pengumuman Unusual Market Activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 November 2024 yang kemudian diikuti penghentian sementara perdagangan saham perusahaan pada 22 November 2024.

Dalam kesempatan ini, Direktur PT MJP, Heru Adiwaskito memaparkan berbagai perkembangan terkini terkait operasional, kinerja keuangan, serta rencana strategis perusahaan. Ia menekankan komitmen MJP terus meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor dan pemegang saham.

MJP mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis volume sebesar dua persen secara tahunan (YoY) sepanjang 2024, meskipun masih menghadapi tekanan pada profitabilitas. Tantangan tersebut sebagian besar disebabkan kewajiban biaya komersial dari tahun sebelumnya yang baru terselesaikan pada tahun ini.

“Efisiensi menjadi fokus utama kami. Langkah-langkah seperti pengendalian anggaran yang ketat dan optimalisasi sumber daya telah kami lakukan, sehingga beban operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan,” ujar Heru di sela acara, Jumat (13/12).

Ia menambahkan, upaya efisiensi tersebut memungkinkan MJP untuk tetap kompetitif, meski di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.

Ke depannya, PT MJP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan di tahun mendatang. Heru mengungkapkan, beberapa langkah utama yang akan dilakukan termasuk:

1. Menarik pelanggan baru melalui pengembangan produk dan layanan logistik yang inovatif.
2. Digitalisasi operasional, dengan fokus pada peningkatan efisiensi logistik dan integrasi teknologi dalam proses kerja.
3. Pembaruan peralatan untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal dan mampu bersaing di pasar internasional.
4. Kolaborasi strategis dengan mitra, termasuk Pelindo, guna memperkuat jaringan logistik dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Kami berkomitmen terus berinovasi, memastikan operasional tetap efisien, dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambah Heru.

Heru juga menegaskan bahwa seluruh informasi material terkait aktivitas perdagangan saham dan kondisi keuangan perusahaan telah disampaikan kepada publik sesuai ketentuan BEI.

“Kami memastikan transparansi menjadi prioritas, sehingga investor dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat,” tegasnya.

Langkah ini mencerminkan upaya PT MJP dalam menjaga kepercayaan investor dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai pemimpin di sektor transportasi dan logistik di Indonesia.

Sebagai bagian dari Meratus Group, PT Meratus Jasa Prima Tbk memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan logistik nasional. Akuisisi PT ICTSI Jasa Prima yang kini menjadi MJP memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kapasitas operasional.

Dengan visi untuk terus berinovasi, MJP berkomitmen untuk menyediakan layanan terbaik, mendukung efisiensi logistik nasional, dan menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pasca penghentian sementara perdagangan saham, langkah MJP untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat kinerja operasional diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan pasar. Pelaku pasar kini menanti perkembangan lebih lanjut, termasuk potensi peningkatan kinerja perusahaan di tahun 2025.

Dengan strategi yang terarah dan komitmen yang kuat, MJP optimis dapat mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain utama di industri logistik nasional, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. (NVR)

By Editor1