JAKARTA, AKURATNEWS.co  – Hari raya Imlek menjadi momen penting bagi kehidupan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia. Sejak 2003 lalu dimasa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid,  hari raya Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Meski begitu, masih banyak yang belum tahu tentang sejarah perayaan Imlek di Indonesia, yang sebenarnya sudah dilakukan secara turun temurun.

Mengutip dari Jawa Pos dari jurnal penelitian Universitas Medan, Arifah dan Ferdiana Berikut sejarah perayaan imlek di Indonesia berdasarkan masa pemerintahan..

Dalam jurnal penelitian Universitas Medan, disebutkan bahwa bahwa orang Tionghoa masuk ke Indonesia salah satunya karena pembukaan perkebunan di Sumatera Timur pada masa penjajahan Belanda.

Saat itu, masyarakat suku Tionghoa tersebar di salah satu kota Sumatera Utara yaitu Stabat yang termasuk Kabupaten Langkat.

Orang Tionghoa saat itu dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan tersebut karena sedang membutuhkan pekerja.

Masyarakat etnis Tionghoa kala itu sangat memegang tradisi bahwa di manapun mereka berada, ajaran Konghucu dan perayaan imlek harus tetap lestari.

Lalu, apa sih sebenarnya arti atau makna dari Konghucu yang menjadi salah satu agama di Indonesia? Konghucu pada awalnya merupakan nama dari seorang filsuf yang mengajarkan ilmu filsafat bernama ‘konfusius’

Kemudian, Konghucu ditetapkan sebagai sebuah agama yang memang tidak ada di negara lainnya. Hal itu karena pada dasarnya Konghucu merupakan ajaran mengenai moralitas dan pemerintahan masyarakat tradisional Tiongkok.

Sementara itu, tradisi perayaan Imlek sudah ada sejak pemerintahan presiden Soekarno. Kala itu, perayaan Imlek pada masa Presiden Soekarno dilakukan secara terbuka.

Selanjutnya pada tahun 2006, Pemerintah Indonesia mencabut dan merevisi segala peraturan perundang-undangan yang di dalamnya masih membedakan antara etnis Tionghoa dan pribumi./Ib. Foto: Istimewa.

By Editor1