JAKARTA, AKURATNEWS.co –  Dalam Islam kita kenal dengna wahyu Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada para rasul Allah, termasuk kepada nabidan rasul  kita Muhammad SAW.

Sepertikitaketahui, wahyu pertama kali turun kepada baginda Rasulullah terjadi di Gua Hira, Jabal Nur. Dari wahyu itu mampu merubah peradaban dunia hingga saat ini.

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, (2) Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah (3) bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, (4) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(Q.S. Al-‘Alaq, 96: 1-5).

Malam itu sunyi di sebuah gua kecil di Jabal Nur. Seorang lelaki dari Quraisy duduk sendiri. la bukan raja. Bukan panglima.

Bahkan ia tidak bisa membaca. Namun dari kesunyian gua itulah, sejarah manusia akan berubah. Tiba-tiba langit membuka rahasianya.

Seorang malaikat datang membawa pesan pertama dari Tuhan langit dan bumi. Bukan perintah untuk membangun kerajaan. Bukan perintah untuk mengangkat pedang, tetapi satu kata, Iqra’.Bacalah. Bukan “percayalah dulu”., bukan “ikut saja”, Tapi bacalah..!

Oleh sebab itu, jelas sekali bahwa  Islam sejak awal tidak dibangun di atas kebodohan, melainkan di atas ilmu. Dari satu kata itu lahirlah sebuah peradaban.

Peradaban yang kelak melahirkan ilmuwan, penjelajah, ahli matematika, dokter, dan ulama yang menerangi dunia selama berabad-abad.

Semua dimulai dari satu kata di dalam sebuah gua. Iqra’. Sebuah revolusi besar yang dimulai dari membaca./Ib.

 

By Editor1