JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perang Iran vs Israel-Amerika memang telah pecah. Hal itu disulu oleh serangan secara sepihak Israel-Amerika ke negara  berdaulat bernama Iran, atau Republik Islam Iran.

Dengan berbagai dalih Israel dan Amerika melegalkan serangan tersebut, seolah-olah Iran itu sebuah monster yang membahayakan bagi umat manusia, terutama bagi kawasan Timur Tengah.

Serangan yang dilakukan Israel-Amerika tentu tak serta merta ingin melumpuhkan kekuatan militer Iran yang dianggapnya berbahaya, tetapi juga ingin mendongkel kekuasan Ali Khamenei beserta pasukan setia pengawal negara Iran IRGC, untuk kemudian mengganti dengan kepemimpinan pemerintahan yang nurut dan patuh dengan Amerika dan Israel bak kerbau dicucuk hidungnya.

Berbagai sekenario dibuat Amerika dan sekutunya Israel, tetapi tidaklah mudah menundukkan Iran yang telah menjelma menjadi kekuatan militer besar di kawasan, meski puluhan tahun dikucilkan dengan berbagai embargo oleh barat.

Sekenario besar Israel-Amerika harus dicermati, penggulingan pemerintahan Iran tentu bukan tujuan utama, itu hanya jarak sasaran antar saja, sebab ada tujuan lain yang lebih besar daripada sekedar menggulingkan pemerintah Iran dan melumpuhkan persenjataanya. Apakah itu..?.

Dibalik serangan Israel dan Amerika ke Iran,  ternyata ada misi terselubung  dari Israel, untuk menguasai seluruh negara Timur Tengah, dan menjadikannya Israel Raya. Hal itu yang harus dicermati negara-negara di kawasan Timur Tengah yang kini lunak terhadap kemauan Israel dan Amerika Srikat.

Jika nantinya Iran Takluk oleh Israel dan Amerika, maka Benyamin Netanyahu punya ambisi besar untuk memperluas invasi militernya ke seluruh Timur Tengah. Hal itu pernah dipaparkan Netanyahu yang berambisi  membentuk negara Israel Raya.

Seperti Apa Israel Raya Impian Netanyahu?

Israel Raya yang digagas Netanyahu nantinya akan mencaplok seluruh wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, dan sebagian wilayah Suriah, Arab Saudi, Irak, Turki dan Mesir. Netanyahu kemudian memperlihatkan sebuah peta yang digambarkan sebagai “Tanah yang Dijanjikan”.

Jika memenangi peperangan dengan Iran, maka kehancuran Iran itulah yang akan dijadikan sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel akan memuluskan ambisi Israel Raya, wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan.

Frasa Israel Raya digunakan setelah Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967 untuk merujuk pada Israel, wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat, Jalur Gaza, sebagian Yordania dan Semenanjung Sinai di Mesir, Dataran Tinggi Golan di Suriah, dan sebagian Lebanon, Irak, dan Arab Saudi.

Tahun lalu akun resmi Kementerian Luar Negeri Israel di salah satu platform daring mempublikasikan sebuah peta yang memalsukan sejarah Israel dengan mengklaim asal-usulnya dari ribuan tahun silam.

Peta tersebut selaras dengan klaim berulang Israel mengenai adanya “kerajaan Yahudi” yang mencakup bagian wilayah Palestina yang diduduki, Yordania, Lebanon, Suriah, hingga Mesir.

Negara-negara Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Palestina, dan Arab Saudi bereaksi keras terhadap publikasi peta itu, menilainya sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional sekaligus upaya ekspansi.

Insiden ini mengingatkan pada Maret 2023, ketika Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, tampil di Paris dengan peta “Israel Raya” yang memasukkan Yordania ke dalam wilayah Israel.

Selama beberapa dekade, Israel telah menduduki sejumlah wilayah di Palestina, Suriah, dan Lebanon, dan terus menolak untuk mundur dari wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, Israel juga menolak pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai garis perbatasan sebelum tahun 1967. Israel kini ‘hampir pasti’ menguasai Gaza Palestina.

Israel dibantu Amerika Serikat (AS) kini menyerang Iran yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer di Timur Tengah. Jika Iran takluk di tangan Israel maka negara mana selanjutnya di Timur Tengah yang akan diinvasi Israel?. Hanya waktu yang akan menjawab.

Namun pertanyaan yang lebih besar, Mampukan Israel yang berkoalisi dengan Amerika serikat menundukkan Iran yang kekuatan militernya telah dibuktikan mengejutkan dunia?. Belum lagi semangat berperangnya sedang On fire pasca gugurnya pemimpin tertinggi mereka Ali Khameini. Oleh: Irish Riswoyo. Foto: Istimewa.

By Editor1