Di Balik Panggung Rock Magelang: Ziarah Emosional, Kesederhanaan Sandec Sahetapy, dan Sowan Spiritual ke Salatiga

0
John Paul Ivan

MAGELANG, AKURATNEWS.co – Konser musik cadas bertajuk Live Concert Pesta Bolo Lawang Pitu Indonesia sukses menghentak Alun-Alun Kota Magelang pada Sabtu malam (12/9).

Eet Sjahranie Saat Manggung di Alun-alun Kota Magelang

Di bawah sorot lampu panggung, distorsi gitar Eet Sjahranie, John Paul Ivan, dan Edwin Cokelat, serta vokal bertenaga dari Trison Manurung, Andi Babas, dan Windy Saraswati berhasil membakar adrenalin ribuan penonton. Acara ini terasa kian spesial berkat dukungan penuh dari Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, yang turun langsung di atas panggung.

Namun, di luar gemuruh musik rock malam itu, tersimpan rangkaian kisah humanis, ziarah emosional, dan diplomasi budaya dari para tokoh besar Jakarta.

Misi Ziarah Emosional yang Sakral

Rombongan dari Jakarta yang terdiri dari Irish Riswoyo (Ketua Sie Musik Film Hiburan PWI Jakarta dan pengamat musik senior), Sandec Sahetapy (pengusaha, tokoh kebudayaan, serta peraih penghargaan Guardian of the Culture Heritage dari UNESCO), dan Steve Bolang (kreatif digital) telah tiba di Magelang sejak Jumat.

Sandec Sahetapy Berziarah ke Makam Mikael Andamadan Riswoyo di Magelang

Kehadiran mereka membawa misi personal yang mendalam, yakni berziarah ke makam almarhum Mikael Andamadan Riswoyo, putra dari Irish Riswoyo yang wafat tahun lalu.
Pemilihan Magelang sebagai tempat peristirahatan terakhir mempertegas ikatan batin yang sakral bagi sang pengamat musik senior.

Diplomasi Budaya di EloProgo Art House

Sebelum menyatu dengan riuhnya konser, rombongan menghabiskan waktu dengan meresapi atmosfer tenang Magelang.
Setelah menikmati kuliner legendaris Sop Senerek Bu Atmo, mereka bergeser ke kawasan Borobudur untuk menyambangi EloProgo Art House milik seniman senior Sony Santosa.

Di rumah seni ikonik yang terletak di pertemuan Sungai Elo dan Progo tersebut, terjadi diskusi hangat.

Kunjungan ke Pemilik Elo-Progo Cafe/Galeri, Sony Santosa

Sony Santosa bahkan menawarkan areanya untuk digunakan oleh Sandec dalam proyek kreatif ke depan.
Meski sempat diundang untuk bertemu maestro Sawung Jabo yang dijadwalkan hadir keesokan harinya, rombongan memilih melewatkannya demi menjaga agenda perjalanan tetap santai.

Salah satu pemandangan menarik sepanjang rangkaian acara adalah penampilan Sandec Sahetapy.

Meski menyandang status mentereng di dunia royalti musik dan kebudayaan, ia tampil super santai mengenakan celana pendek, kaos oblong robek, dan sandal jepit.
Pasca-konser, Sandec tampak membumi dengan berburu kuliner merakyat serta berjalan kaki untuk mengapresiasi langsung para pengamen jalanan di sekitar Alun-Alun Magelang.

Sinyal Proyek Besar Bulan Depan

Kehadiran rombongan ini sempat memicu diskusi dadakan dengan Wali Kota Magelang yang langsung mengundang mereka untuk bertemu secara formal. Namun, demi menjaga kesakralan agenda ziarah, Irish Riswoyo menjadwalkan ulang pertemuan tersebut menjadi bulan depan. Penundaan ini menjadi strategi matang untuk menggodok dua proyek besar yang disiapkan bagi masyarakat Magelang:

Irish Riswoyo dan Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono

Konser Golden Memories: Rencana memboyong panggung tembang kenangan era 80-90an (Obbie Messakh, Nia Daniaty, Paramitha Rusady, Betharia Sonata, hingga Tito Soemarsono, Imaniar) pada akhir tahun atau sebelum bulan puasa mendatang.

Platform Aplikasi Digital: Proyek aplikasi baru yang sedang serius digarap oleh Sandec Sahetapy dan Steve Bolang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat luas.

Penutup Spiritual: Sowan ke Kediaman Mbah Syaiful Umar di Salatiga

Melengkapi perjalanan emosional mereka, sebelum kembali ke Jakarta, rombongan menyempatkan diri mampir ke kediaman Mbah Syaiful Umar di Salatiga.

Kunjungan ke tokoh spiritual sekaligus pencipta lagu religi sakral (seperti Astaghfirullah dan Messiah) serta penggagas konser “Mahabbah Allah Pakem 9” ini menyempurnakan perjalanan mereka. Pertemuan ini mempertemukan energi rock modern dengan kedalaman musik spiritual, sekaligus memperkaya konsep kultural dan digital yang sedang mereka matangkan untuk masyarakat Jawa Tengah ke depan.

Irish, Sandec, dan Steve Sowan ke Mbah Syaiful Umar di Salatiga

Kunjungan singkat namun padat makna ini menjadi bukti nyata bahwa Magelang dan sekitarnya tidak hanya sukses menyajikan panggung distorsi yang megah, tetapi juga mampu menjadi ruang teduh bagi para tokoh besar untuk pulang, berziarah, dan merancang karya besar berikutnya dengan hati yang bersahaja./Sandec Sahetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *