HIPMI Sambut Menkeu Baru, Dorong Kebijakan Fiskal Makin Pro-Pertumbuhan dan Dunia Usaha

0
Suahasil Nazara

JAKARTA, AKURATNEWS.co — Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menyambut penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. HIPMI menilai pergantian Menteri Keuangan harus menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor sekaligus memastikan kebijakan fiskal semakin efektif mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo mengatakan tantangan Menteri Keuangan baru bukan hanya menjaga kesehatan APBN, tetapi memastikan kekuatan fiskal benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi baru di sektor riil.

“Dunia usaha membutuhkan dua hal berjalan bersamaan: fiskal yang kredibel dan ekonomi yang terus bergerak. APBN yang sehat penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi dampaknya juga harus semakin terasa dalam bentuk investasi baru, proyek yang berjalan, usaha yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta,” kata Jona.

HIPMI mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Investasi bahkan tumbuh 6,87 persen, sementara konsumsi pemerintah melonjak 15,97 persen. Menurut Jona, angka tersebut menunjukkan pemerintah memiliki ruang strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kualitas dan efektivitas belanja negara.

“Sekarang tantangannya adalah kualitas pertumbuhan. Setiap rupiah belanja pemerintah harus menghasilkan efek berganda yang semakin besar kepada ekonomi. Pengusaha nasional, UMKM, industri dalam negeri dan tenaga kerja lokal harus semakin banyak menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang diciptakan APBN,” ujarnya.

HIPMI juga menilai kesinambungan kebijakan menjadi penting di tengah ketidakpastian global. Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan diharapkan dapat membuat proses transisi berjalan cepat tanpa mengganggu agenda ekonomi pemerintah.

Jona menambahkan, koordinasi kebijakan fiskal, moneter, investasi dan sektor riil perlu semakin diperkuat agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah.

“Kita ingin APBN menjadi katalis, bukan satu-satunya mesin. Keberhasilannya justru ketika belanja negara mampu menarik lebih banyak investasi swasta, menggerakkan pengusaha daerah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Jona.

Menurut HIPMI, agenda tersebut penting karena Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang semakin kuat untuk menyediakan lapangan pekerjaan sekaligus melahirkan lebih banyak pengusaha baru.

“HIPMI siap menjadi mitra pemerintah. Target akhirnya harus sama: menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia sekaligus membuat dunia usaha semakin berani berekspansi, berinvestasi, dan membuka lapangan kerja,” tutup Jona./Ib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *