Ini Penyebab Gagalnya Pertemuan Iran dengan Negara Teluk
TEHERAN, AKURATNEWS.co – Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan pertemuan untuk membahas sejumlah isu di Selat Hormuz yang direncanakan di Oman antara menteri luar negeri Iran dan negara-negara Teluk yang awalnya dijadwalkan digelar Senin (14/9) ditunda karena permintaan Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan konfirmasi tersebut dalam konferensi pers, Senin (14/9/2026) di Teheran. Dalam kesempatan itu, Baghaei juga membantah tuduhan yang mengaitkan Iran dengan serangan terhadap Arab Saudi.
Baghaei membenarkan adanya permintaan Arab Saudi agar pertemuan tersebut tidak digelar untuk sementara waktu.
“Laporan bahwa Arab Saudi meminta agar pertemuan tersebut tidak diadakan untuk saat ini adalah benar,” kata Baghaei kepada wartawan, dikutip dari Turkiye Today, Senin (14/9/2026).
Baghaei menambahkan, pertemuan antara Iran dan negara-negara Teluk tetap memiliki arti penting karena dapat menjadi langkah awal untuk kembali membuka jalur dialog di kawasan tersebut.
“Karena pertemuan itu telah ditunda untuk sementara waktu dan tidak akan diadakan hari ini, pertemuan seperti itu tentu dapat menjadi langkah, meskipun kecil, menuju kebangkitan dialog antara Iran dan negara-negara Teluk Persia,” tambahnya.
Baghaei menekankan, dialog tersebut tidak hanya menjadi kebutuhan antara Iran dan negara-negara di pesisir selatan Teluk Persia. Ia menilai, negara-negara Teluk juga perlu menyelesaikan sejumlah perbedaan di antara internal mereka.
“Ini bukan hanya masalah Iran dan negara-negara tersebut, negara-negara itu sendiri juga perlu berbicara satu sama lain. Anda menyadari beberapa perbedaan yang sangat serius antara negara-negara ini. Hal itu sendiri telah menjadi dasar bagi banyak masalah di kawasan kita, termasuk di Yaman. Oleh karena itu, dialog ini bukan hanya kebutuhan Iran dan negara-negara di tepi selatan Teluk Persia, ini adalah kebutuhan yang ada di antara semua negara ini,” tegas Baghaei.
Baghaei tak menampik pihaknya menyayangkan penundaan pertemuan tersebut. Namun, ia berharap masih ada peluang untuk kembali menggelar pertemuan serupa guna membuka ruang diplomasi damai antara negara-negara di kawasan Timur Tengah.
“Kesempatan ini telah hilang untuk saat ini. Kami berharap semua orang akan melakukan upaya serius untuk menghidupkan kembali kesempatan ini atau menciptakan kesempatan serupa,” tutup Bghaei./Ib.
